Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Juli 2025 | 22.02 WIB

Tak Hanya Gandum, Ini 3 Komoditas Pertanian Lain yang Bakal Diimpor Indonesia dari Amerika Serikat, Bagian Kesepakatan Tarif

ILUSTRASI Gandum. (Advanced health) - Image

ILUSTRASI Gandum. (Advanced health)

JawaPos.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) membocorkan daftar komoditas pertanian yang akan diimpor oleh Indonesia. Tak hanya gandum, ternyata Indonesia juga akan mengimpor komoditas pertanian lain, terdiri dari kedelai, bungkil kedelai, dan juga kapas.

Daftar komoditas itu muncul dalam pernyataan bersama tentang kerangka perjanjian perdagangan timbal balik antara Amerika Serikat (AS) dan Indonesia yang dikutip dari laman resmi whitehouse.gov, Rabu (23/7).

"Amerika Serikat dan Indonesia memperhatikan kesepakatan komersial mendatang berikut ini antara perusahaan AS dan Indonesia. Pembelian produk pertanian, termasuk kedelai, bungkil kedelai, gandum, dan kapas dengan perkiraan nilai total USD 4,5 miliar," bunyi pernyataan bersama tersebut.

Selain komoditas pertanian, Indonesia juga telah menyepakati untuk melakukan pengadaan pesawat Boeing dengan nilai mencapai USD 3,2 miliar.

Tak hanya itu, Indonesia juga akan membeli produk energi, termasuk gas minyak cair, minyak mentah, dan bensin, dengan perkiraan nilai mencapai USD 15 miliar.

Meski begitu, kesepakatan ini belum secara resmi disepakati hitam di atas putih. Rencananya, seluruh kesepakatan itu akan dituangkan dalam joint statement atau pernyataan bersama yang akan diteken dalam beberapa pekan mendatang.

"Dalam beberapa minggu mendatang, Amerika Serikat dan Indonesia akan merundingkan dan menyelesaikan perjanjian perdagangan timbal balik, menyiapkan perjanjian untuk ditandatangani, dan melaksanakan formalitas domestik sebelum Perjanjian mulai berlaku," tutup pernyataan bersama di laman resmi White House itu.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan kewajiban Indonesia untuk membeli produk pertanian dari negeri Paman Sam senilai USD 4,5 miliar.

Ini sejalan dengan komitmen Indonesia-AS, di mana Indonesia telah diputuskan memperoleh tarif ekspor ke AS sebesar 19 persen, atau lebih rendah daripada Vietnam (20%) hingga Malaysia (25%).

Merespons hal itu, Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman memastikan bahwa produk pertanian AS yang akan paling besar diimpor Indonesia adalah gandum. "Untuk yang pertanian, jadi gandum yang paling besar," ujar Mentan Amran saat ditemui di Jakarta, Kamis (17/7).

Lebih lanjut, Amran juga memastikan langkah impor gandum dari AS tidak akan berpengaruh terhadap program ketahanan pangan di tanah air. Pasalnya, Indonesia memang sudah terbiasa melakukan impor pada sejumlah komoditas yang diperlukan, salah satunya jagung.

Kendati begitu, kata Amran, pemerintah juga tidak akan melakukan impor jika suatu komoditas stoknya masih dipandang cukup untuk memenuhi kebutuhan di tanah air.

"Saya kira enggak masalah. Di antaranya yang kita biasa impor kan jagung. Tetapi, contoh salah satu jagung ya, itu kalau kita cukup, kan tidak impor. Kan ada rekomendasi dari (Kementerian) Pertanian, enggak masalah," jelasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore