Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Juli 2025 | 02.29 WIB

Pembiayaan Ekspor LPEI Capai Rp 26 Triliun pada Semester I 2025, Sumbang Devisa hingga Rp 66,3 Triliun

Plt. Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis Indonesia Eximbank, Maqin U. Norhadi dalam Media Briefing di Hotel Meruorah, Labuan Bajo - Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (10/7). (Nurul/Jawapos) - Image

Plt. Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis Indonesia Eximbank, Maqin U. Norhadi dalam Media Briefing di Hotel Meruorah, Labuan Bajo - Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (10/7). (Nurul/Jawapos)

JawaPos.com - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank yang merupakan Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan telah menyalurkan pembiayaan ekspor mencapai Rp 26 triliun pada Semester I 2025. Plt. Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis Indonesia Eximbank, Maqin U. Norhadi memastikan, realisasi pembiayaan dalam Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) ini telah menyumbang devisa ke negara mencapai USD 4,18 juta atau setara Rp 66,3 triliun.

"Program PKE telah mencatatkan akumulasi penyaluran lebih dari Rp 26 triliun hingga Juni 2025. Program ini telah mendorong ekspor ke lebih dari 90 negara tujuan, menghasilkan devisa sebesar USD 4,18 juta, setara Rp 66,3 triliun," kata Maqin dalam Media Briefing di Hotel Meruorah, Labuan Bajo - Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (10/7).

Dia memastikan bahwa program PKE ini menjadi wujud nyata kehadiran negara melalui Kemenkeu yang disalurkan Indonesia Eximbank untuk mendorong ekspor dan devisa negara. "Capaian dari program ini diharapkan dapat memperkuat reputasi Indonesia sebagai produsen berkualitas global, meningkatkan penerimaan devisa negara, serta menggerakkan ekosistem ekspor yang berdampak pada pembangunan dan bisnis berkelanjutan di pasar internasional," lanjut Maqin.

Maqin menyampaikan ada dana pembiayaan yang telah disalurkan teralokasi ke dalam sejumlah sektor. Mulai dari makanan olahan, produk kimia, rempah, pesawat terbang, jasa pariwisata dan juga alat kesehatan. Lebih rinci, ia membeberkan bahwa penyaluran pembiayaan telah diberikan untuk ekspor Pesawat CN 235 Medium Aircraft Wing ke Nepal.

Lalu, Pesawat CN 235-220 Maritime Patrol Aircraft ke Senegal) dan Pesawat NC212i dengan negara tujuan Filipina. Kemudian, ada pembiayaan ekspor untuk kereta Kereta Container Flat Top Wagon ke New Zealand, Passenger train ke Bangladesh, Kapal Pengangkut Landing Platform Dock ke Uni Emirat Arab.

Selanjutnya, disalurkan untuk mendukung ekspor Biskuit high energy ke Dubai, Kongo; Jarum suntik dan kantong darah ke Amerika Serikat, Mesir, Tanzania; Vaksin Polio, Difteri, TBC ke Malaysia, India, Nigeria, Pakistan. "Ekspor semen asal Indonesia ke Benin, Mauritius, Ghana, Ivory Coast, Mozambique, Bangladesh, Maladewa, Srilangka; Pembangunan apartemen kontraktor Indonesia di Aljazair; Pengembangan KEK Mandalika dan Pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore