
Plt. Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis Indonesia Eximbank, Maqin U. Norhadi dalam Media Briefing di Hotel Meruorah, Labuan Bajo - Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (10/7). (Nurul/Jawapos)
JawaPos.com - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank yang merupakan Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan telah menyalurkan pembiayaan ekspor mencapai Rp 26 triliun pada Semester I 2025. Plt. Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis Indonesia Eximbank, Maqin U. Norhadi memastikan, realisasi pembiayaan dalam Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) ini telah menyumbang devisa ke negara mencapai USD 4,18 juta atau setara Rp 66,3 triliun.
"Program PKE telah mencatatkan akumulasi penyaluran lebih dari Rp 26 triliun hingga Juni 2025. Program ini telah mendorong ekspor ke lebih dari 90 negara tujuan, menghasilkan devisa sebesar USD 4,18 juta, setara Rp 66,3 triliun," kata Maqin dalam Media Briefing di Hotel Meruorah, Labuan Bajo - Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (10/7).
Dia memastikan bahwa program PKE ini menjadi wujud nyata kehadiran negara melalui Kemenkeu yang disalurkan Indonesia Eximbank untuk mendorong ekspor dan devisa negara. "Capaian dari program ini diharapkan dapat memperkuat reputasi Indonesia sebagai produsen berkualitas global, meningkatkan penerimaan devisa negara, serta menggerakkan ekosistem ekspor yang berdampak pada pembangunan dan bisnis berkelanjutan di pasar internasional," lanjut Maqin.
Maqin menyampaikan ada dana pembiayaan yang telah disalurkan teralokasi ke dalam sejumlah sektor. Mulai dari makanan olahan, produk kimia, rempah, pesawat terbang, jasa pariwisata dan juga alat kesehatan. Lebih rinci, ia membeberkan bahwa penyaluran pembiayaan telah diberikan untuk ekspor Pesawat CN 235 Medium Aircraft Wing ke Nepal.
Lalu, Pesawat CN 235-220 Maritime Patrol Aircraft ke Senegal) dan Pesawat NC212i dengan negara tujuan Filipina. Kemudian, ada pembiayaan ekspor untuk kereta Kereta Container Flat Top Wagon ke New Zealand, Passenger train ke Bangladesh, Kapal Pengangkut Landing Platform Dock ke Uni Emirat Arab.
Selanjutnya, disalurkan untuk mendukung ekspor Biskuit high energy ke Dubai, Kongo; Jarum suntik dan kantong darah ke Amerika Serikat, Mesir, Tanzania; Vaksin Polio, Difteri, TBC ke Malaysia, India, Nigeria, Pakistan. "Ekspor semen asal Indonesia ke Benin, Mauritius, Ghana, Ivory Coast, Mozambique, Bangladesh, Maladewa, Srilangka; Pembangunan apartemen kontraktor Indonesia di Aljazair; Pengembangan KEK Mandalika dan Pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo," pungkasnya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
