Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Juli 2025 | 03.29 WIB

Strategi Utama Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Bappenas-Aftech Perkuat Daya Saing Sektor Riil

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy (tengah). (Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy (tengah). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Ekonomi digital tampak terus berkembang di dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya jumlah e-commerce, jasa keuangan digital, hingga layanan online yang berkiprah di sektor tersebut.

Bahkan, saat ini banyak orang yang memilih untuk bertransaksi secara digital karena kemudahan yang ditawarkan.

Melihat hal ini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mengatakan, bahwa hal ini termasuk pada transformasi digital. Transformasi ini sendiri merupakan salah satu strategi utama mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen. 

Dia juga mengakui bahwa Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar dan terus berkembang. Bahkan, digitalisasi sektor keuangan juga memainkan peran penting sebagai enabler untuk mendukung berbagai program prioritas pembangunan. 

Hal ini disampaikannya pada Forum Ekonomi & Keuangan Digital yang mengusung tema “Dari Strategi ke Eksekusi: Transformasi Digital Nasional dan Sinergi Ekosistem Usaha Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8 persen yang diselenggarakan di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (4/7).

“Akselerasi transformasi digital diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Rachmat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Aftech, Pandu Sjahrir, mengatakan, momentum digitalisasi diarahkan sebagai jawaban pada tantangan nyata di sektor riil, terutama keterbatasan akses pembiayaan, kesenjangan data, dan rendahnya konektivitas layanan keuangan digital dan pelaku usaha produktif.

Sebagai wujud nyata kolaborasi, Aftech dan Kementerian PPN/Bappenas memperkenalkan Digital - Real Sector Launchpad untuk menjembatani ekosistem ekonomi digital dengan kebutuhan sektor riil. 

Program ini menerapkan pendekatan co-creation yang mencakup tahapan mulai dari pemetaan masalah, perancangan solusi, pelaksanaan uji coba, hingga evaluasi berbasis data.

Salah satu contoh implementasi Digital x Real Sector Launchpad adalah keterlibatannya dalam inisiatif digitalisasi koperasi susu sapi perah di Malang. Proyek ini nantinya akan diperluas dengan menggandeng pelaku fintech yang bergerak di bidang alternative credit scoring, asuransi, pembiayaan, serta perencanaan keuangan.

“Aftech mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui kolaborasi berbasis problem-solving. Bukan sekadar wacana, tapi program kerja nyata yang menjawab tantangan sektor riil, dengan menjunjung tinggi inovasi yang bertanggung jawab, tata kelola yang baik, dan prinsip etis,” jelas Pandu.

Sebagai informasi, forum ini sendiri merupakan implementasi dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang menempatkan transformasi digital sebagai satu dari delapan prioritas pembangunan. 

Kolaborasi lintas sektor melalui transformasi digital menjadi bagian tidak terpisahkan pada RPJMN 2025-2029, termasuk percepatan industrialisasi, peningkatan ekonomi hijau dan biru berbasis data, penguatan pertumbuhan ekonomi kawasan perkotaan berdasarkan digitalisasi, serta optimalisasi efektivitas belanja negara dengan tata kelola anggaran yang lebih transparan dan berbasis teknologi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore