
Bapanas memastikan akan menjalin kerja sama dengan India untuk memperkuat program fortifikasi beras. (istimewa)
JawaPos.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan akan menjalin kerja sama dengan India untuk memperkuat program fortifikasi beras yang nantinya akan digunakan dalam bantuan sosial (bansos) pemerintah.
Langkah ini diambil setelah Bapanas menggelar lokakarya virtual dengan menghadirkan Food Safety and Standards Authority of India (FSSAI), guna mempelajari langsung pengalaman India dalam menerapkan program fortifikasi beras yang sudah menjangkau ratusan juta penduduknya.
Lokakarya bertajuk “Strengthening and Ensuring Quality of the Rice Fortification Program in Indonesia” itu dilaksanakan bersama Global Health Strategies (GHS). Tujuannya untuk menggali wawasan teknis seputar standar mutu, sistem pengendalian kualitas (QA/QC), hingga pemanfaatan inovasi digital seperti yang telah dilakukan India. Semua pengetahuan ini akan menjadi referensi penting dalam menjalankan program fortifikasi beras di tanah air.
Sebagai informasi, fortifikasi pangan adalah proses penambahan zat gizi mikro penting ke dalam bahan pangan, salah satunya pada beras untuk membantu meningkatkan status gizi masyarakat.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, fortifikasi sudah ditetapkan sebagai strategi prioritas nasional. Untuk mendukungnya, Bapanas telah merumuskan standar nasional bagi kernel beras fortifikan dan beras fortifikasi sebagai acuan kualitas dan keamanan produk.
Direktur Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas, Yusra Egayanti, mengatakan pihaknya berkomitmen mengintegrasikan beras fortifikasi ke program bansos pemerintah sebagai bagian dari upaya mengatasi masalah gizi mikro di Indonesia.
Namun, hal itu tak hanya cukup dengan standar, melainkan juga harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas produsen, laboratorium pengujian, dan sistem monitoring mutu.
“Kami sangat mengapresiasi kesediaan FSSAI berbagi pengalaman tentang fortifikasi beras. Ini akan sangat membantu kami untuk memaksimalkan implementasi program ini di Indonesia,” ujarnya, Jumat (4/7).
Senada, Direktur Eksekutif FSSAI, Dr. Satyen Kumar Panda, mengungkapkan kebanggaannya dapat mendukung langkah Indonesia.
“FSSAI telah memperoleh banyak pembelajaran dari fortifikasi beras selama beberapa tahun terakhir. Kami percaya bisa saling bertukar praktik baik dengan Indonesia demi dampak positif yang lebih besar,” ucapnya.
Lebih lanjut, Yusra memaparkan bahwa selain penetapan standar mutu, Bapanas juga akan melakukan serangkaian langkah untuk menjaga kualitas beras fortifikasi, seperti pengawasan sebelum dan sesudah produk beredar, audit fasilitas produksi, hingga pengujian sampel.
“Kami ingin memastikan integrasi fortifikasi beras berjalan lancar dalam program bantuan pangan pemerintah,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
