
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (14/5/2025). IHSG ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (14/5/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat melemah pada Senin (23/6) pagi.
Kondisi itu terkait dengan kekhawatiran pelaku pasar terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya pasca serangan AS ke situs nuklir Iran dan ancaman penutupan selat Hormuz.
IHSG dibuka melemah 114,26 poin atau 1,65 persen ke posisi 6.792,88. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 15,68 poin atau 2,05 persen ke posisi 749,25.
“Pasar akan sangat sensitif terhadap potensi penutupan Selat Hormuz, eskalasi militer, atau kemajuan diplomatik seperti gencatan senjata Iran dan Israel. Untuk pekan ini fokus pada sektor perbankan dan komoditas merespons beberapa sentimen di atas,” ujar Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin, sebagaimana dilansir dari Antara.
Dari mancanegara, pelaku pasar terus mencermati eskalasi konflik antara Iran dan Israel, di mana Amerika Serikat (AS) mulai ikut campur melalui serangan yang dilakukan pada Sabtu (21/6) waktu AS.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pasukan AS telah melancarkan serangan pada tiga lokasi nuklir di Iran, diantaranya di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Kekhawatiran semakin diperparah seiring pernyataan otoritas Iran pada Minggu (22/6) bahwa mereka akan secara resmi memblokir selat Hormuz, yang berpotensi besar meningkatkan harga minyak mentah dunia.
Kenaikan harga minyak bisa berdampak luas terhadap inflasi global. Inflasi yang semakin memanas cukup dikhawatirkan karena bisa menunda prospek penurunan suku bunga dan membawa efek suku bunga tinggi bertahan lebih lama.
Pelaku pasar selapanjang pekan ini tampaknya masih akan berhati-hati karena sejumlah kekhawatiran yang mencuat. Terutama tensi geopolitik di Timur Tengah dan sejumlah rilis data ekonomi yang memperkuat sikap hawkish the Fed.
Harga minyak mentah dunia Brent tercatat berada di level 76,90 dolar AS per barel, sedangkan harga minyak mentah WTI berada di level 75,39 dolar AS per barel pada perdagangan Senin (23/6) pagi pukul 09.05 WIB.
Dari kawasan Asia, pelaku pasar juga menantikan rilis data ekonomi dari Tiongkok, yang dijadwalkan mengumumkan suku bunga pinjaman satu tahun dan lima tahun untuk bulan Juni dalam waktu dekat.
Pada perdagangan Jumat (20/6), bursa saham Eropa masih bergerak menguat. Di antaranya indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,35 persen, Euro Stoxx 50 menguat 0,70 persen, indeks DAX Jerman naik 1,27 persen, dan index CAC Prancis naik 0,48 persen.
Bursa saham AS di Wall Street juga kompak melemah pada perdagangan Jumat (20/6). Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,08 persen, berakhir di 42.206,79.
Lalu indeks S&P 500 jatuh 0,22 persen dan ditutup di 5.967,97, sementara Nasdaq Composite melemah 0,43 persen dan berakhir di 21.623,83.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 182,43 poin atau 0,48 persen ke 38.220,50, indeks Shanghai menguat 3,24 poin atau 0,10 persen ke 3.356,76.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
