
PT Pusri Palembang bersama Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Hutan Adat Mude Ayek Tebat Benawa di Kota Pagar Alam dan Kelompok Tani Hutan Ayek Bahu di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. (Istimewa).
JawaPos.com - Sebagai komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan, PT Pusri Palembang, anggota holding dari PT Pupuk Indonesia, menggagas serangkaian program pengembangan, diantaranya program Perhutanan Sosial yang terintegrasi dengan kegiatan Hutan Kemasyarakatan perusahaan.
Salah satu inisiatif dalam program unggulan ini adalah pengembangan Kopi Tebat Benawa yang diimplementasikan melalui pendekatan Integrated Forestry Farming System (IFFS). Program itu diwujudkan melalui kolaborasi bersama Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Hutan Adat Mude Ayek Tebat Benawa di Kota Pagar Alam dan Kelompok Tani Hutan Ayek Bahu di Kabupaten Lahat.
Inisiatif ini mengintegrasikan peningkatan kapasitas kelembagaan usaha, pelatihan kewirausahaan, serta praktik pertanian berkelanjutan dalam skema IFFS. Melalui program Kopi Tebat Benawa, Pusri memberikan dukungan nyata berupa bantuan alat dan pelatihan untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas diversifikasi produk kopi.
Bantuan yang telah disalurkan meliputi mesin kupas kulit kopi, alat pemanggang ( roasting ) kopi, rumah penjemuran ( green house ) serta rumah produksi. Selain itu Pusri juga menyelenggarakan pelatihan pasca panen kopi dan pelatihan pembuatan produk turunan kopi seperti sabun, teh kulit kopi, dan pewangi kopi.
Tak hanya itu, perusahaan juga mendistribusikan bibit kopi Arabika dan alpukat sebanyak 13.600 bibit kepada masyarakat. VP Komunikasi & Administrasi Korporat Pusri Rustam Effendi menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud sinergi antara keinginan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami percaya bahwa kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan. Melalui program ini, kami tidak hanya mendorong produktivitas kopi rakyat yang sesuai dengan Asta Cita Pemerintah, tetapi juga mendukung ekosistem hutan yang sehat melalui pendekatan berbasis komunitas,” jelas Rustam.
PT Pusri Palembang bersama Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Hutan Adat Mude Ayek Tebat Benawa di Kota Pagar Alam dan Kelompok Tani Hutan Ayek Bahu di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. (Istimewa).
Melalui dukungan ini, Pusri berharap masyarakat di sekitar kawasan hutan dapat menikmati peningkatan pendapatan yang berkelanjutan, sekaligus turut berpartisipasi aktif menjaga kelestarian lingkungan melalui praktik pertanian yang ramah alam.
Program ini difokuskan pada dua kelompok masyarakat pengelola hutan, yaitu KUPS Hutan Adat Mude Ayek Tebat Benawa di Kota Pagar Alam dan Kelompok Tani Hutan Ayek Bahu di Kabupaten Lahat. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kapasitas kelembagaan usaha dan kewirausahaan masyarakat sekitar kawasan hutan guna menciptakan sistem pertanian terpadu yang produktif dan berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi ini kami ingin menciptakan ekosistem yang kuat dalam pengembangan kopi, sekaligus menyiapkan lahan percontohan yang akan mendukung produk NPK Kopi milik Pusri,” tutup Rustam.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
