
KKP bersama PSPK UB dan PT Cahaya Mas Makmur memberikan bantuan Rumah Garam Tunnel ke kelompok Makmur Sejahtera di Desa Sumberoto, Kabupaten Malang Selatan, Kamis (12/12)/(Foto: Istimewa).
JawaPos.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Pusat Studi Pesisir dan Kelautan Universitas Brawijaya (PSPK UB) sebagai Tim Riset dan PT Cahaya Mas Makmur, Mojokerto sebagai Penyedia/Pelaksana pekerjaan, memberikan bantuan berupa Rumah Garam Tunnel kepada kelompok Garam Makmur Sejahtera di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang Selatan, Kamis (12/12).
Pemberian bantuan turut dihadiri oleh Gatot Ardian, S.Pi., perwakilan PSPK UB; Rachmad Kuncoro, S.Pi., M.Si., dari Direktorat Jasa Kelautan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut (DJPRL) KKP; serta Edi, Ketua Kelompok Garam Makmur Sejahtera.
Desain bangunan Tunnel Garam serta teknologi produksi garam yang diterima kelompok garam ini merupakan hasil riset PSPK Universitas Brawijaya bekerja sama dengan PT Cahaya Mas Makmur. Dengan teknologi ini, diharapkan warga pesisir Malang Selatan dapat memproduksi garam berkualitas tinggi dengan ciri khas lebih putih dan memiliki kadar NaCl yang lebih tinggi.
Produksi garam di Kabupaten Malang ini merupakan terobosan baru karena sebelumnya Kabupaten Malang bukan merupakan daerah penghasil garam.
KKP bersama PSPK UB dan PT Cahaya Mas Makmur memberikan bantuan Rumah Garam Tunnel ke kelompok Makmur Sejahtera di Desa Sumberoto, Kabupaten Malang Selatan, Kamis (12/12)/(Foto: Istimewa).
Proses Produksi Garam Kualitas Tinggi
Gatot menjelaskan bahwa teknologi Tunnel Garam (GST) memanfaatkan prinsip evaporasi dalam ruang tertutup untuk mengoptimalkan proses pengkristalan garam.
"Teknologi ini meminimalkan kontaminasi dari lingkungan luar seperti debu dan partikel lain, sehingga menghasilkan garam dengan standar kualitas lebih baik," ujarnya.
Lebih lanjut, Gatot menyampaikan bahwa PSPK UB akan terus mendampingi kelompok garam dalam memproduksi garam sehat dan berkualitas tinggi. Hal ini diharapkan dapat menjadi alternatif penghasilan bagi masyarakat pesisir yang mayoritas mengandalkan sektor perikanan dan kelautan.
“Teknologi GST ini telah kami kembangkan sejak beberapa tahun terakhir melalui riset intensif, dan kini kami merasa bangga dapat menerapkannya untuk membantu masyarakat,” tambahnya.
KKP bersama PSPK UB dan PT Cahaya Mas Makmur memberikan bantuan Rumah Garam Tunnel ke kelompok Makmur Sejahtera di Desa Sumberoto, Kabupaten Malang Selatan, Kamis (12/12)/(Foto: Istimewa).
Aspek Marketing Garam Hasil Produksi Kabupaten Malang
Pemasaran Garam produksi Kabupaten Malang ini didukung oleh Dinas Perikanan Kabupaten Malang yang sangat antusias, dengan mencari mitra pembeli Garam produksi sendiri, di antaranya adalah Perusahaan Ikan Asin Ikan Nila untuk pasaran ekspor yang membutuhkan garam dengan kadar Na Cl tinggi sehingga ikan asin yang dihasilkannya tidak lembek.
Dinas Perikanan Kabupaten Malang bertekad untuk menjadikan garam hasil produksi Rumah Garam ini menjadi garam premium untuk kebutuhan kadar NaCL yang tinggi.
Dengan teknologi dan dukungan dari pemerintah serta akademisi, warga pesisir Malang Selatan kini memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan melalui produksi garam yang lebih kompetitif di pasar nasional maupun internasional.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
