Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Maret 2022 | 01.44 WIB

Pelaku Usaha Rakyat Gelar Silaturahmi Besar Gerakkan Perekonomian

Silaturahmi Besar pelaku usaha dalam mendorong perekonomian rakyat digelar di Jakarta, Kamis (24/3). - Image

Silaturahmi Besar pelaku usaha dalam mendorong perekonomian rakyat digelar di Jakarta, Kamis (24/3).

JawaPos.com - Sejumlah pimpinan organisasi terkait dengan dunia usaha sepakat bersatu mendorong ekonomi rakyat kecil menjadi tuan rumah sendiri dan tidak boleh kalah dengan praktik kapitalis besar.
Kegiatan yang dikemas dalam silaturahmi besar (silatbar) ini bertujuan sebagai forum silaturahmi serta mengasah gagasan besar ekonomi rakyat nusantara yang digelar selama 24-25 Maret 2022.

“Silaturahmi ini dengan maksud ekonomi rakyat berdiri tegak, menjadi tuan rumah sendiri, atau sebagai pilar utama kemandirian kekuatan utama ekonomi bangsa,” tegas Inisitor dan Penaggungjawab Silatbar, Ali Mahsun Atmo sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) didampingi oleh Ketua Panitia Pelaksana, Sudarto, dalam kegiatan silatbar di Jakarta, Kamis (24/3).

Silaturahmi besar ini, dihadiri oleh puluhan Pimpinan Organisasi Usaha dan Ekonomi Rakyat Nusantara serta ratusan anggota organisasi usaha rakyat. Kegiatan ini juga dilanjutkan seminar nasional bertajuk “Bersatu dan Tangguh : Ekonomi Rakyat Unggul di Negeri Sendiri.”

Lebih lanjut Ali Mahsun Atmo menegaskan, perjuangan sejak era reformasi atau sudah berjalan 24 tahun silam, belum berhasil mengentaskan ekonomi arus bawah atau ekonomi rakyat kecil. Malah kondisi sekarang kondisi ekonomi rakyat kecil makin terpuruk, menyitir data ADB (Asian Development Bank) sebesar 48,6 persen usaha mikro terdampak pandemi.

”Dengan kondisi sekarat ini, usaha rakyat masih harus dihadapkan program one world economic tentu akan menyulut persoalan komplek. Kami tak pernah ikhlas, usaha rakyat jadi korban one world digitial ekonomi.”

Lebih jauh lagi, lanjut Ali Mahsun, bahkan sejak zaman kemerdekaan atau sudah 77 tahun berjuang bersama hingga sekarang, posisi ekonomi rakyat belum ditempatkan secara proporsional. “Sekarang ini, buruh, nelayan, berjuang sendiri, ujungnya adalah kegagalan dalam menyalurkan aspirasi bersama, jadi tidak ada perubahan,” tuturnya.

Pelaksanaan kongres ini, lanjut Ali Mahsun, nanti hasilnya akan dibahas lebih lanjut di tingkatkan kongres ekonomi rakyat. Kini, semua yang berkepentingan untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi.

“Rakyat harus jadi subyek, bukan sebagai obyek.Karena itu, rakyat harus didampingi kegiatan ekonomi dari hulu hingga hilir. Ekonomi rakyat kecil harus dipagari rapat, bertujuan untuk masyarakat adil dan makmur. Rakyat tak boleh dijadikan korban,” cetusnya.

Ketua Tim Perumus Rumah Besar Nusantara Ekonomi Rakyat sekaligus Ketua Harian Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), Hery Haryanto Azumi mengatakan, pertemuan silatbar mengusung konsep besar tanpa kehadiran korporasi bahkan pemerintah dan terus berjalan.

Ia menuturkan, pada kesempatan terakhir, Wapres RI berpesan untuk mendukung arus baru ekonomi dengan mengandalkan ekonomi arus bawah. Wapres, katanya, mengimbau semua sektor memberikan konstribsi untuk mewujudkan ekonomi yang mendiri dan berdaulat.

“Masa depan, adalah kolaborasi dan pengembangan sistem. Tanpa itu, tidak akan mandiri dan selamanya jadi korban kapitalis besar, ”tuturnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore