Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 September 2023 | 23.54 WIB

Sukses Tarik Investasi Industri Baterai Kendaraan Listrik Rp 630 Triliun, DPR Apresiasi Kinerja Bahlil

Ilustrasi. Baterai kendaraan listrik menjadi salah satu hal yang paling mempengaruhi harga jual.

 

JawaPos.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan berkat hilirisasi nikel Indonesia dilirik dunia menjadi pusat produksi baterai kendaraan listrik.

Menteri Bahlil mengatakan total investasi baterai kendaraan listrik yang masuk ke Indonesia pada 2020-2023 mencapai USD 42 miliar atau sebesar Rp 630 triliun.

Anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi Partai Golkar Mukhtarudin mengapresiasi kinerja Menteri Bahlil menggenjot investasi pada ekosistem kendaraan listrik yang sedang dibangun oleh pemerintah.

“Meningkatnya Investasi baterai kendaraan listrik di Indonesia seperti dinyatakan oleh Menteri Bahlil dalam acara pembukaan ASEAN Investment Forum 2023 tersebut tentu adalah suatu hal yang menggembirakan dan menjadi kabar baik bagi ekosistem kendaraan berbasis listrik (EV Ecosystem) yang sedang kita bangun ini,” ujar Mukhtarudin, Selasa (5/9).

Dia meminta komitmen investasi yang berasal dari Foreign Direct Investment (FDI) atau penanaman modal dari luar negeri tersebut supaya dikawal sampai terealisasi.

“Semoga komitmen investasi dari FDI yang lumayan besar ini bisa dikawal hingga realisasinya kelak,” ucapnya.

Mukhtarudin menambahkan kepercayaan global kepada Indonesia cukup tinggi, apalagi Indonesia dianugerahi cadangan nikel yang melimpah dan salah satu terbesar dunia, maka hal ini menjadi daya tarik untuk berinvestasi.

“Benar sekali, sesuai dengan  yang disampaikan oleh presiden, dan saat ini International trust bagus kepada negara kita,” paparnya.

Besarnya investasi yang masuk ke dalam negeri, kata Mukhtarudin didukung iklim investasi yang kondusif sehingga memberikan keuntungan bagi Indonesia.

“Hal tersebut terkonfirmasi di mana terjadi peningkatan signifikan dari pajak. Antara lain Pajak Penghasilan (PPh) Badan sektor hilirisasi,” ucapnya.

Lanjut Mukhtarudin menyampaikan dengan meningkatnya investasi baterai kendaraan mobil listrik ini akan berpengaruh pada pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat, khususnya masyarakat lokal yang tinggal di sekitar wilayah kawasan industri.

“Meningkatnya investasi baterai mobil listrik atau di bidang apa pun harus dirasakan manfaat sebesar-besarnya oleh masyarakat kita, antara lain pembukaan lapangan kerja baru bagi Warga Negara Indonesia (WNI),” ulasnya.

Disisi ini, Mukhtarudin berpendapat pemerintah harus memastikan ada regulasi di bidang ketenagakerjaan yang memberikan prioritas kesempatan bekerja disektor baterai mobil listrik kepada WNI diimbangi dengan upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan alih teknologi.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore