Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Mei 2023 | 20.31 WIB

Viral Lulusan Teknik Mesin UI Curhat Kalah Saing dengan Lulusan STM saat Melamar Kerja

Ilustrasi seseorang merasa stres (Pixabay) - Image

Ilustrasi seseorang merasa stres (Pixabay)

JawaPos.com - Viral di media sosial seorang lulusan Universitas Indonesia (UI) jurusan Teknik Mesin tahun 2022 merasa stres lantaran tidak diterima di PT PAL Indonesia (Persero) karena kalah dari lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM).

"Bener-bener stress dan gak bisa diteima akal sih, ceritanya saya melamar kerja di PT PAL. Saya lulusan UI Teknik Mesin 2022. Saya beserta teman-teman ada 15 orang tapi dikalahin sama bapak-bapak umur 30-an. Bapaknya juga hanya lulusan STM + sertifikat Welding dan pengalaman kerja di Italia Eropa tepatnya di Fincantieri katanya," bunyi tulisan dalam sebuah tangkapan layar yang diunggah @GerryS, dikutip JawaPos.com, Selasa (30/5).

Dalam tulisan yang diunggah oleh seseorang yang tidak dicantumkan namanya, dia merasa tidak adil karena lulusan STM itu bisa langsung nego gaji tanpa training. Kemudian lulusan UI itu merasa tidak masuk akal bahwa lulusan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik di Indonesia kalah dari lulusan STM.

Dia menilai miris saat ini perusahaan tidak percaya dengan sarjana di negaranya sendiri karena menerima karyawan yang hanya lulusan STM. "Gak masuk akal banget lulusan UI kalah sama lulusan STM, walau oke sih bapaknya punya pengalaman kerja di Eropa. Apakah perusahaan sekarang tidak percaya pada sarjana-sarjana di negara sendiri ya, ini malah bapak-bapak ijazah cuma STM diterima," ungkapnya.

Untuk diketahui, tangkapan layar ini diunggah oleh pengamat penerbangan Gerry Soejatman yang kemudian memberikan pandangannya terkait curhatan lulusan UI tersebut. Menurutnya, ijazah itu penting, tapi pengalaman, pemahaman, dan attitude itu jauh lebih penting. Gerry mengatakan jika dirinya butuh engineering design and solutions, tentu akan lebih consider si lulusan teknik mesin ini.

"Tapi kalau saya butuh hull welder, shift supervisor, atau project troubleshooter, atau project manager, mungkin akan pilih si bapak-bapak lulusan STM dengan sertifikat welding dari Fincantieri. Sertifikat Welder itu gak sembarangan. Butuh pengalaman, dan harus uji ulang secara berkala," tutur Gerry dalam akun Twitter pribadinya.

Gerry juga mengatakan bahwa kalau dirinya sampai tahu nama si penulis dan menerima application dia. Tangannya bisa bergerak secara autonomous secara otomatis menaruh application file-nya ke tumpukan aplikasi-aplikasi yang ditolak.

"Sekali lagi ijazah itu penting, tapi pengalaman, pemahaman dan attitude itu jauh lebih penting," tegasnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore