
Ilustrasi seseorang merasa stres (Pixabay)
JawaPos.com - Viral di media sosial seorang lulusan Universitas Indonesia (UI) jurusan Teknik Mesin tahun 2022 merasa stres lantaran tidak diterima di PT PAL Indonesia (Persero) karena kalah dari lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM).
"Bener-bener stress dan gak bisa diteima akal sih, ceritanya saya melamar kerja di PT PAL. Saya lulusan UI Teknik Mesin 2022. Saya beserta teman-teman ada 15 orang tapi dikalahin sama bapak-bapak umur 30-an. Bapaknya juga hanya lulusan STM + sertifikat Welding dan pengalaman kerja di Italia Eropa tepatnya di Fincantieri katanya," bunyi tulisan dalam sebuah tangkapan layar yang diunggah @GerryS, dikutip JawaPos.com, Selasa (30/5).
Dalam tulisan yang diunggah oleh seseorang yang tidak dicantumkan namanya, dia merasa tidak adil karena lulusan STM itu bisa langsung nego gaji tanpa training. Kemudian lulusan UI itu merasa tidak masuk akal bahwa lulusan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik di Indonesia kalah dari lulusan STM.
Dia menilai miris saat ini perusahaan tidak percaya dengan sarjana di negaranya sendiri karena menerima karyawan yang hanya lulusan STM. "Gak masuk akal banget lulusan UI kalah sama lulusan STM, walau oke sih bapaknya punya pengalaman kerja di Eropa. Apakah perusahaan sekarang tidak percaya pada sarjana-sarjana di negara sendiri ya, ini malah bapak-bapak ijazah cuma STM diterima," ungkapnya.
Untuk diketahui, tangkapan layar ini diunggah oleh pengamat penerbangan Gerry Soejatman yang kemudian memberikan pandangannya terkait curhatan lulusan UI tersebut. Menurutnya, ijazah itu penting, tapi pengalaman, pemahaman, dan attitude itu jauh lebih penting. Gerry mengatakan jika dirinya butuh engineering design and solutions, tentu akan lebih consider si lulusan teknik mesin ini.
"Tapi kalau saya butuh hull welder, shift supervisor, atau project troubleshooter, atau project manager, mungkin akan pilih si bapak-bapak lulusan STM dengan sertifikat welding dari Fincantieri. Sertifikat Welder itu gak sembarangan. Butuh pengalaman, dan harus uji ulang secara berkala," tutur Gerry dalam akun Twitter pribadinya.
Gerry juga mengatakan bahwa kalau dirinya sampai tahu nama si penulis dan menerima application dia. Tangannya bisa bergerak secara autonomous secara otomatis menaruh application file-nya ke tumpukan aplikasi-aplikasi yang ditolak.
"Sekali lagi ijazah itu penting, tapi pengalaman, pemahaman dan attitude itu jauh lebih penting," tegasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
