
Senior Branch Manager Jogjakarta PT Sharp Electronics Indonesia Anton Fatoni (kanan) menyerahkan bantuan dan sertifikat bantuan kepada Wakasek Kesiswaan SMAN 8 Surakarta Maria Setiyawati.
JawaPos.com–Penggunaan sampah plastik tak terbendung dan volumenya terus meningkat setiap tahun. Pada 2022, sampah plastik menduduki posisi kedua dengan jumlah terbanyak. Yakni, lebih kurang 18,2 persen dari total sampah di Indonesia.
Angka tersebut dari input data yang dilakukan 169 kabupaten/kota se-Indonesia sepanjang 2022. Data itu disampaikan secara terbuka melalui website SIPSN milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Tahun lalu, sampah yang terkelola dari ratusan titik kabupaten/kota itu sebanyak 14,97 juta ton. Beberapa provinsi besar melaporkan sampah plastik hingga belasan persen. Misalnya, di Provinsi DKI Jakarta dengan jumlah sampah plastik 19,18 persen dari total sampah yang terkumpul. Lalu, Provinsi Jawa Timur, sampah plastik ada di posisi kedua, 16,02 persen.
Nah, isu sampah menjadi salah satu fokus PT Sharp Electronics Indonesia. Berdasar data yang didapatkan PT Sharp Electronics Indonesia, Indonesia menghasilkan 5,4 juta ton sampah plastik per tahun. Indonesia dinobatkan sebagai negara penghasil sampah plastik terbesar ke dua di dunia.
Senior PR & Brand Communication Manager PT Sharp Electronics Indonesia Pandu Setio mengatakan, saat ini, pihaknya lebih fokus terhadap isu sampah plastik, pengurangan emisi karbon, dan rumah kaca. Nama program yang fokus lingkungan tersebut yakni Sharp Greenerator.
Sharp Greenerator menjadi komunitas anak muda binaan Sharp Indonesia yang dibentuk pada 2015. Komunitas tersebut aktif mengampanyekan kegiatan lingkungan dan keanekaragaman hayati dengan menggandeng non-profit organisasi. Seperti Transformasi Hijau (Trashi), Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Coaction, dan Terangi.
”Sharp membantu menyukseskan program pemerintah Indonesia yang menargetkan penurunan emisi karbon sebesar 29 persen pada 2030 dan visi Sharp menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 60 persen pada 2035,” terang Pandu saat dihubungi JawaPos.com beberapa waktu lalu.
Salah satu kegiatan Sharp Greenerator adalah mengampanyekan Eco Tourism di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Pandu menyebutkan, kala itu bertepatan dengan peringatan hari lingkungan hidup sedunia. Anggota Sharp Greenerator mengumpulkan sampah di sekitar gunung serta melakukan pengamatan pada tumbuhan dan binatang endemik.
Tidak hanya di gunung, Pandu menjelaskan, bertepatan dengan peringatan hari keanekaragaman hayati sedunia, Sharp Greenerator lakukan aksi bersih-bersih pantai, menanam ratusan bakau, dan transplantasi puluhan terumbu karang di pesisir Pulau Panggang dan Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu.
”Mengapa kami peduli terhadap masalah ini? Karena sampah plastik mencemari tanah, air laut, bahkan udara. Kemudian emisi karbon dan rumah kaca sangat berbahaya bagi lingkungan. Dan isu soal lingkungan bagi Sharp itu sangat penting,” ungkap Pandu.
Pandu menyampaikan, selama 53 tahun, Sharp Indonesia melakukan banyak program yang fokus terhadap lingkungan dan masyarakat. September tahun lalu, lanjut Pandu, pada momen perayaan hari jadi Sharp Corporation ke-110 tahun, Sharp menanam 11.000 pohon di lahan seluas 30 kilometer persegi di sepanjang aliran Sungai Citarum Desa Wadas, Sungai Cibeet Desa Parungsari, Sungai Citarum Desa Adiarsa, dan lokasi pegunungan Loji Kecamatan Tegal Waru. Penanaman 11.000 pohon terdiri atas 3 jenis pohon yaitu Mahoni sebanyak 4.000 pohon, Sengon sebanyak 3.000 pohon, dan Akasia sebanyak 4.000 pohon.
Selain Sharp Greenerator, beberapa program lain yakni Sharp Class yang berfokus terhadap pendidikan di level masyarakat, Sharp Ada Untukmu yang berfokus pada kesehatan, Sharp Berdikari yang berfokus pada ekonomi mikro, Sharp Peduli yang berfokus pada bantuan terhadap korban bencana alam, dan Sharp Bersedekah yang berfokus pada masyarakat yang kurang beruntung.
Pandu menyatakan, aksi nyata lain, saat ini Sharp Indonesia berupaya zero waste dalam memproduksi barang-barang elektronik.
”Kami juga sudah memperkenalkan barang-barang elektronik yang ramah lingkungan serta hemat energi. Beberapa produk Sharp yang eco friendly AC R30Eco, Sharp lampu untuk jalan, Sharp LED TV, Sharp Lemari es Jtech, dan mesin cuci front loading boomerang series Sharp FL 1082G,” terang Pandu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
