
Suasana Kota Jakarta yang diambil dari salah satu gedung di Jakarta, Senin (13/2/2023). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,31 persen sepanjang 2022. Capaian itu merupakan yang tertinggi sejak 2013. FOTO:MIFTAHU
JawaPos.com - Pakar Ekonomi Universitas Indonesia Teguh Dartanto menyebut kondisi ekonomi nasional cukup aman dalam menghadapi krisis ekonomi. Hal ini tak lepas dari beragam strategi Menkeu Sri Mulyani dalam menyikapi ketidakpastian global.
“Asian finansial krisis 1998 mengbah arsitektur perbankan Indonesia, sehingga jauh lebih pruden dalam mengelola resiko” terangnya dalam sebuah acara diskusi, Sabtu (18/3).
Teguh juga mengatakan koordinasi lintas sektor keuangan seperti Kemenkeu, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) saat ini sudah cukup baik. Itu diyakini mampu menghadapi efek akibat gejolak ekonomi global .
“Domino effect itu pasti ada, namun tidak sebesar yang kita khawatirkan. Dengan koordinasi yang cukup intens dari empat otoritas tadi, juga pengalaman krisis dan pandemi, kita bisa memitigasi kekhawatiran tadi” Imbuhnya
Pria yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) tersebut juga mengapresiasi imbauan dari Presiden Jokowi yang telah memberikan peringatan. Agar Indonesia terus waspada meskipun Indonesia relatif tidak terdampak.
“Menkeu dengan data dan analisisnya juga menunjukkan Indonesia aman” kata Teguh.
Di tempat yang sama , Ketua Badan Supervisi Bank Indonesia Muhammad Edhie Purnawan mengatakan perekonomian global diharapkan dapat lebih baik. Meskipun terdapat beberapa gejolak pada perbankan di Amerika beberapa hari terakhir ini.
“Jika kita melihat inflasi dan harga komoditas, ada penurunan inflasi karena Amerika salah satunya melakukan kebijakan moneter ketat. Sehingga yang terjadi di global dan yang harus menjadi perhatian bersama” ujar dia.
Terkait dengan perekonomian nasional, Edhie menilai bahwa Bank Indonesia masih relatif aman karena keterkaitan antara kebangkrutan tiga bank di Amerika dengan Indonesia tidak tinggi. “Bank-bank di Indonesia tidak perlu khawatir akan hal itu” tambahnya.
Edhie mengingatkan dari adanya gejolak dunia tersebut, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah perusahaan-perusahaan di sektor start up. Hal ini lantaran banyak perusahaan rintisan terhubung dengan bank-bank besar di Eropa dan Amerika.
Tak lupa, dirinya mengajak kepada masyarakat agar percaya dengan pernyataan Menkeu Sri Mulyani bahwa tidak akan terjadi dampak yang relatif besar dengan kejadian di bank-bank Amerika.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
