Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Agustus 2020 | 18.58 WIB

Sri Mulyani: Kita Berharap Kuartal III Bisa Lebih Baik

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Zaki) - Image

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Zaki)

JawaPos.com - Bencana wabah Covid-19 yang menggerogoti sendi segala sektor, membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menurun hingga membuka kemungkinan terjadinya resesi seperti negara tetangga Singapura, Filipina, Thailand sampai Malaysia.

Meskipun demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani tetapi mengaku optimistis pada kuartal III, ekonomi nasional dapat menjadi lebih baik berkat program anggaran untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp 695,2 triliun.

”Kita masih berharap dan mencoba sekuat tenaga kuartal III kita bisa lebih baik dengan melalui berbagai instrumen," ujarnya dalam acara Kongres 2 AMSI secara virtual, Sabtu (22/8).

Sri Mulyani mengaku, jika bicara mengenai bencana wabah kesehatan kontraksi merupakan aspek yang pasti. Meskipun pada kuartal I turun dari yang biasanya 5 persen jadi 2,97 persen, kemudian kuartal II bahkan kontraksi ke 5,3 persen, namun angka tersebut tidak lebih dalam dibandingkan negara lainnya.

“Di negara lain kontraksinya bisa dalam sekali di atas belasan bahkan puluhan persen," ucapnya.

Baca juga: Pertama sejak 1998, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Minus

Seperti diketahui, pemerintah terus memberikan stumulus melalui anggaran PEN yang mencapai Rp 695,2 triliun. Tujuannya agar menopang daya tahan ekonomi agar penurunannya tidak terjun bebas.

“Jadi, pemerintah dengan Rp 695 triliun itu merupakan suatu apa yang disebut wadah awal, namun isinya kita masih bisa terus melakukan kalibrasi," jelasnya.

Terlebih, kata dia, dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian terus bergerak, sehingga upaya untuk mengatasi dampak tersebut harus terus diformulasikan. Salah satunya, pemerintah yang telah meluncurkan program perlindungan sosial dengan skema yang baru, seperti bantuan subsidi gaji Rp 600 ribu untuk pegawai swasta yang bergaji di bawah Rp 5 juta per bulan.

"Ini tujuannya supaya ekonomi nggak berhenti saja karena kalau begitu dia berhenti dan kemudian jatuh, dalam hal ini company-company menjadi bangkrut, suasana atau tantangannya akan menjadi berbeda sama sekali,” tutupnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=LzBmAO-lJCY

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore