
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di kantornya, Jakarta, Selasa (10/12). (Saifan Zaking/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Jakarta, Indonesia masih memerlukan investasi di sektor digital agar bisa mengoptimalkan potensi ekonomi digital, demikian Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dikutip dari Antara (7/12).
Investasi digital yang dimaksud terkait dengan penguatan serta pemerataan infrastruktur telekomunikasi seperti penyediaan jaringan internet dari hulu ke hilir.
"Indonesia masih membutuhkan investment di sektor digital. Saya kira ini penting," ujar Luhut di Jakarta, Rabu.
Pernyataan itu disampaikan Luhut berkaca dari kondisi internet di Indonesia yang kualitasnya masih jauh dari negara-negara tetangga di kawasan Asia Pasifik.
Dalam paparannya, Luhut mengambil data dari datareportal.com menunjukkan rata-rata kecepatan internet tetap di Indonesia pada 2022 hanya mencapai 20,13 Mbps.
Kondisi itu tertinggal dari Filipina dan Malaysia dengan rata-rata kecepatan internet masing-masing mencapai 46,4 Mbps dan 74,84 Mbps.
Bahkan Thailand yang terletak tak jauh dari Indonesia bisa memiliki rata-rata kecepatan internet sebesar 171,37 Mbps.
Luhut menyebutkan salah satu langkah untuk mengejar ketertinggalan tersebut ialah dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di kawasan timur Indonesia.
Langkah itu dilakukan selain untuk menciptakan kesetaraan akses, juga untuk menyeimbangkan investasi yang saat ini masih terkonsentrasi di kawasan barat Indonesia.
Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di 2022 untuk realisasi Investasi Asing Langsung sektor telekomunikasi paling banyak terealisasi di Pulau Jawa terutama di Jakarta dengan 87.9 persen dari total realisasi daerahnya.
Maka dari itu pembangunan di kawasan Timur Indonesia seperti Maluku dan Papua masih diperlukan agar potensi ekonomi digital nasional bisa lebih optimal.
Jika langkah itu sudah dapat direalisasikan, Luhut meyakini Indonesia bisa mencapai target PDB perkapita sebesar 10.000 dolar AS di 2030.
Luhut mengakui pembangunan dan investasi infrastruktur di sektor telekomunikasi dan digital memang tidak mudah karena tantangan geografis di Indonesia.
Namun ia optimistis dengan kolaborasi berbagai pihak maka Indonesia bisa mencapai tujuan pembangunan sektor digital dan mampu memaksimalkan potensi ekonomi digital nasional.
"Membangun infrastruktur itu tidak mudah. Tapi sekarang proses pembangunannya cepat," kata Luhut. (*)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
