Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Oktober 2022 | 20.33 WIB

Mentan SYL Tekankan Pentingnya Kolabolrasi dalam Ancaman Krisis Pangan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Ancaman krisis pangan tak dipungkiri tengah menghantui dunia. Guna mengantisipasi itu, Menteri Pertanian dan Menteri Keuangan Negara G-20 berkumpul di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (11/10).

Pertemuan yang disebut Joint Finance and Agriculture Ministers Meeting (JFAMM) ditujukan untuk mengatasi krisis pangan dunia, mencakup kebijakan pembiayaan, intervensi sistem pertanian dan pangan, serta kebijakan perdagangan.

"Pertemuan ini merefleksikan komitmen G20 dalam menghadapi krisis pangan yang dihadapi masyarakat global. Pertemuan ini juga menunjukkan koordinasi yang erat antara sektor pertanian-pangan dan keuangan untuk menghadapi tantangan global bersama. Kita butuh bekerjasama dan koordinasi yang kuat," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Pertemuan JFAMM ini, lanjut Syahrul, membawa banyak manfaat positif bagi dunia pertanian. Terutama, untuk menjamin ketersediaan dan akses pangan bagi semua dan tidak adanya masyarakat yang kelaparan.

"Kita sepakat untuk menjaga keseimbangan produksi dan perdagangan pangan guna menjamin kecukupan pangan bagi semua. Kesepakatan ini diperoleh dalam rangka mengatasi dampak negatif dari pandemi Covid-19 dan dinamika geopolitik perang Rusia-Ukraina terhadap sistem pertanian dan pangan global, khususnya kerawanan pangan dan gizi," terang Syahrul.

Pertemuan tersebut juga sepakat untuk mendorong percepatan sistem pertanian dan pangan yang tangguh, serta berkelanjutan dalam menghadapi berbagai tekanan, baik krisis ekonomi maupun perubahan iklim.

"Kesepakatan ini akan memperkuat kerja sama untuk meningkatkan produktivitas dan produksi pangan, mengintensifkan penelitian pertanian dan pangan; meningkatkan kapasitas pelaku usaha pada rantai pasokan pangan, dan pemberdayaan serta peningkatan kapasitas usaha para petani kecil," tegas Syahrul.

Selain itu, forum juga sepakat untuk mempromosikan perdagangan pertanian yang terbuka, adil, dapat diprediksi, transparan, dan nondiskriminatif untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi semua.
Terakhir, JFAM mendukung kewirausahaan pertanian yang inovatif melalui pertanian digital untuk meningkatkan penghidupan petani di pedesaan.

"Konsensus ini akan mendorong inovasi, pemanfaatan teknologi digital, dan keterjangkauan infrastruktur teknologi digital. Tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup petani di perdesaan, diantaranya melalui penerapan pertanian presisi atau smart farming," pungkas Syahrul.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore