
Photo
JawaPos.com - Ancaman krisis pangan tak dipungkiri tengah menghantui dunia. Guna mengantisipasi itu, Menteri Pertanian dan Menteri Keuangan Negara G-20 berkumpul di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (11/10).
Pertemuan yang disebut Joint Finance and Agriculture Ministers Meeting (JFAMM) ditujukan untuk mengatasi krisis pangan dunia, mencakup kebijakan pembiayaan, intervensi sistem pertanian dan pangan, serta kebijakan perdagangan.
"Pertemuan ini merefleksikan komitmen G20 dalam menghadapi krisis pangan yang dihadapi masyarakat global. Pertemuan ini juga menunjukkan koordinasi yang erat antara sektor pertanian-pangan dan keuangan untuk menghadapi tantangan global bersama. Kita butuh bekerjasama dan koordinasi yang kuat," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Pertemuan JFAMM ini, lanjut Syahrul, membawa banyak manfaat positif bagi dunia pertanian. Terutama, untuk menjamin ketersediaan dan akses pangan bagi semua dan tidak adanya masyarakat yang kelaparan.
"Kita sepakat untuk menjaga keseimbangan produksi dan perdagangan pangan guna menjamin kecukupan pangan bagi semua. Kesepakatan ini diperoleh dalam rangka mengatasi dampak negatif dari pandemi Covid-19 dan dinamika geopolitik perang Rusia-Ukraina terhadap sistem pertanian dan pangan global, khususnya kerawanan pangan dan gizi," terang Syahrul.
Pertemuan tersebut juga sepakat untuk mendorong percepatan sistem pertanian dan pangan yang tangguh, serta berkelanjutan dalam menghadapi berbagai tekanan, baik krisis ekonomi maupun perubahan iklim.
"Kesepakatan ini akan memperkuat kerja sama untuk meningkatkan produktivitas dan produksi pangan, mengintensifkan penelitian pertanian dan pangan; meningkatkan kapasitas pelaku usaha pada rantai pasokan pangan, dan pemberdayaan serta peningkatan kapasitas usaha para petani kecil," tegas Syahrul.
Selain itu, forum juga sepakat untuk mempromosikan perdagangan pertanian yang terbuka, adil, dapat diprediksi, transparan, dan nondiskriminatif untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi semua.
Terakhir, JFAM mendukung kewirausahaan pertanian yang inovatif melalui pertanian digital untuk meningkatkan penghidupan petani di pedesaan.
"Konsensus ini akan mendorong inovasi, pemanfaatan teknologi digital, dan keterjangkauan infrastruktur teknologi digital. Tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup petani di perdesaan, diantaranya melalui penerapan pertanian presisi atau smart farming," pungkas Syahrul.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
