Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Agustus 2022 | 01.45 WIB

Tiongkok-Taiwan Memanas, Berpengaruh ke Investasi dan Perdagangan RI?

Ilustrasi kapal selam nuklir Tiongkok. Foto: ANTARA/CGTN - Image

Ilustrasi kapal selam nuklir Tiongkok. Foto: ANTARA/CGTN

JawaPos.com - Ketidakpastian ekonomi global diyakini tidak akan mengganggu target dan capaian investasi dalam negeri. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia optimistis target investasi 2022 yang mencapai Rp 1.200 triliun bisa tercapai.

"Di kuartal III dan IV, kita sudah mempunyai strategi. Tapi, yakinlah bahwa tahun 2022 kita akan mencapai target," ujarnya dalam konferensi pers Senin (8/8).

Bahlil menjelaskan, pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2022 yang mencapai 5,44 persen adalah tren positif. Sejalan dengan itu, kenaikan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh positif sebesar 3,07 persen meski melambat dari kuartal sebelumnya.

Dengan kondisi ekonomi yang kuat hingga kuartal II itu, dia menyebut kemungkinan resesi ekonomi di RI sangat kecil. Seluruh sumber pertumbuhan, termasuk investasi, disebutnya akan tetap mengalami tren membaik.

"Resesi masih jauh sekali. Pertumbuhan ekonomi bagus 5,44 persen, inflasi masih terkendali di 4,35 persen, surplus neraca perdagangan USD 15 miliar, investasi kita tumbuh, dan konsumsi tumbuh," paparnya.

Meskipun demikian, kewaspadaan terhadap dampak kondisi geopolitik eksternal terus dilakukan pemerintah. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu menuturkan, memanasnya hubungan Tiongkok dan Taiwan dikhawatirkan bisa berdampak pada sektor perdagangan dan investasi di RI. Namun, dampak di dua sektor itu belum terlihat hingga saat ini.

Febrio menyebutkan, pemerintah akan menjaga ketahanan ekonomi internal. Di antaranya, melakukan diversifikasi aktivitas ekspor dan investasi.

"Sehingga tidak hanya bergantung pada Tiongkok dan ini mulai terjadi. Misalnya, ekspor kita belakangan ini tidak hanya ke Tiongkok, tetapi juga diperkuat ke India dan beberapa negara-negara lainnya," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jatim Eddy Widjanarko menyatakan, optimisme pengusaha terhadap pertumbuhan ekonomi di sisa tahun hampir merata. Bukan hanya wilayah pemegang komoditas, Jatim yang ditopang industri pengolahan pun yakin bahwa roda ekonomi bakal berjalan dengan lancar.

Dia yakin bahwa pertumbuhan ekonomi Jatim masih bisa bertahan di angka 5,7 persen. Salah satu faktor kepercayaan diri terbesar adalah pasar Indonesia kuat untuk menyokong perputaran roda. Dia menggambarkan, Jatim mempunyai defisit kinerja perdagangan internasional. Selama semester I ini, tercatat Rp 56,21 triliun.

NEGARA ASAL PENANAMAN MODAL ASING (JANUARI–JUNI 2022)

-Singapura : USD 6,7 miliar (31,1 persen)

-Tiongkok : USD 3,6 miliar (16,8 persen)

-Hongkong, RRT : USD 2,9 miliar (13,4 persen)

-Jepang : USD 1,7 miliar (8,1 persen)

-Amerika Serikat : USD 1,4 miliar (6,5 persen)

Sumber: Kementerian Investasi/BKPM

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore