
BERTAHAN LEBIH DARI SATU DEKADE: Susilaningsih menata beberapa produk di workshop-nya di kawasan Tenggilis, Surabaya. Dia telah memproduksi dan mengolah sambal selama 11 tahun. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
Bisnis sambal sekilas terlihat menggiurkan. Tinggal cari resep, lalu dijual ke pasar. Namun, pelaku usaha di dunia persambalan, Susilaningsih, menyatakan bahwa bisnis bahan pencubit lidah itu tak semudah itu.
---
RASA menjadi kunci utama dalam menjual sambal. Harus sedap. Kalau hanya pedas tanpa citra rasa lain, sambal bakal tidak akan laku. Susilaningsih mengungkapkan, sebenarnya banyak ilmu yang didapatnya selama mengelola industri kecilnya selama 11 tahun.
Susi –sapaan akrabnya– menuturkan, memulai bisnis sambal memang cukup sederhana. Dia hanya butuh modal Rp 50 ribu untuk membeli 1 kilogram (kg) cabai, beberapa kemasan, serta bumbu-bumbu lainnya. ’’Produksi pertama saya bagikan ke teman dan saudara. Ternyata terserap dalam beberapa hari,’’ ujarnya.
Dari sana, dia meningkatkan produksinya menjadi 5 kg, 25 kg, dan seterusnya. Hingga saat ini, Susi mengolah 150 kg cabai untuk dijadikan sambal kemasan. Nah, yang perlu diperhatikan, memasak dan memproduksi sambal secara massal punya aspek yang berbeda jauh.
Saat hanya memproduksi 5–10 kemasan, pengusaha tak perlu memperhatikan faktor kemasan dan keawetan. Selama sambal enak, mereka tinggal jual ke lingkarannya. Namun, memproduksi 750 botol berarti sambal tersimpan lama.
’’Dari sana, kami harus memikirkan cara supaya produk bisa bertahan lama. Saya harus mencari aluminium untuk menutup dan menghindari bahan yang mudah basi seperti terasi,’’ ungkapnya.
Kendala lain pelaku usaha sambal bisa tumbang di tengah jalan adalah bahan baku. Cabai dikenal sebagai salah satu bahan pangan yang paling labil. Dalam semalam, harga bisa meroket beberapa kali lipat.
Kalau keadaannya sudah seperti itu, produksi jelas tak lagi ekonomis. Satu-satunya pilihan bagi pengusaha sambal adalah puasa produksi. ’’Di sisi lain, kita tidak bisa biarkan stok terlalu lama kosong. Apalagi, kita punya rekanan yang menunggu pasokan,’’ tuturnya.
Karena itu, dia menuturkan bahwa pelaku usaha sambal harus bisa memprediksi pergerakan harga lombok. Biasanya, tebakan tersebut didapat dari siklus iklim. Kalau sudah memasuki musim hujan, bungai cabai akan rontok sehingga produksinya minim. Alhasil, banderolnya naik.
Ilmu cuaca juga harus digabungkan dengan pengetahuan mengenai kebutuhan pasar. Misalnya, momen Idul Fitri mendongkrak harga. ’’Tak mungkin 100 persen benar. Kadang musim hujannya berkepanjangan seperti baru-baru ini. Jadi, saya belum bisa produksi cabai lagi,’’ jelasnya.
Salah satu trik yang dikuasainya adalah memproduksi barang lain. Menurut Susi, banyak produk subtitusi yang bisa diolah dengan peralatan pengolahan sambal. Mulai bumbu hingga jajanan.
Yang paling penting, fasilitas pengolahannya sudah sesuai dengan standar. Susi sudah mendaftarkan usahanya untuk berbagai standardisasi setahun setelah usahanya berdiri. Terakhir, fasilitas pengolahannya ditata untuk memenuhi standar HACCP (hazard analysis critical control point). ’’Dengan standar itu, saya bisa kirim sambal ke luar negeri seperti Amerika Serikat,’’ katanya.
Dia mengakui, margin profit tak terlalu besar. Keuntungannya mencapai 5–10 persen dari total harga. Sebab, Susi harus menyisihkan biaya ikut pameran sampai biaya untuk hal-hal tak terduga.
Dengan semua perhitungan tersebut, pemilik sambal Dede Satoe itu berhasil mempertahankan usahanya lebih dari satu dekade. Termasuk saat pandemi. ’’Bukan berarti tak terdampak. Banyak yang memutuskan kontrak dengan kami. Tapi, kami harus tetap bertahan, terutama untuk karyawan saya,’’ tandasnya.
TIPS MULAI USAHA SAMBAL VERSI SUSILANINGSIH
- Cari resep pembeda dengan produk lain.
- Teliti kemasan untuk pertahankan kualitas produk.
- Selalu perhitungkan margin sebelum produksi.
- Lakukan diversifikasi produk. Jangan hanya cabai.
- Daftarkan usaha untuk berbagai standardisasi setelah banyak terima pesanan.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
