
Nasabah Bank Mandiri memanfaatkan alikasi Livin
JawaPos.com - Pandemi Covid-19 telah mengubah pola kebutuhan transaksi masyarakat. Selama periode itu pula, teknologi berkembang pesat mendorong akselerasi perbankan digital. Termasuk Bank Mandiri yang terus menyempurnakan super app Livin’ by Mandiri.
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menuturkan, digitalisasi merupakan salah satu strategi perseroan meningkatkan pertumbuhan bisnis. Sekaligus, menciptakan layanan keuangan yang komprehensif dan terintegrasi. Saat ini, Livin’ by Mandiri telah diunduh oleh 15 juta pengguna.
Hingga Juni 2022, jumlah transaksi aplikasi yang diluncurkan pada Oktober 2021 tersebut telah mencapai lebih dari 850 juta transaksi. Dengan nilai transaksi sebesar Rp 1.050 triliun. “Jumlah tersebut berhasil tumbuh hampir dua kali lipat bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” terang Darmawan yang diterima Jawa Pos, Kemarin (22/7).
Kini, Livin’ by Mandiri menambah fitur Livin’ Sukha untuk memenuhi one stop solution for all your lifestyle nasabah. Melalui fitur tersebut nasabah pengguna dapat membeli tiket pesawat, kereta api, entertainment, pembelian voucher gim, pengajuan kredit dan lain-lain dalam satu aplikasi. Berkolaborasi dengan lebih dari 10 mitra, di antaranya Garuda Indonesia, KAI, Traveloka, Ayo Connect, hingga We The Fest.
“Sehingga, tak hanya menyajikan layanan perbankan, namun juga menjangkau berbagai kebutuhan gaya hidup nasabah secara digital. Mudah, nyaman, dan aman,” terang Darmawan.
Ke depan, Bank Mandiri bakal mendorong kerjasama dengan berbagai mitra pilihan. Dengan harapan, mampu memperluas bisnis perseroan ke dalam ekosistem digital. “Adaptasi bisnis kami ke arah digitalisasi transaksi kebutuhan gaya hidup. Mewujudkan layanan yang lebih dari sekedar perbankan atau beyond banking,” tandasnya.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, percepatan inovasi teknologi dan transformasi digital menjadi salah satu strategi utama memulihkan perekonomian Indonesia. Pada 2025, potensi ekonomi digital diperkirakan mencapai Rp 146 triliun. Bahkan, bakal meningkat delapan kali lipat di 2030.
“Potensi ekonomi dan keuangan digital memiliki prospek cerah untuk dioptimalkan menjadi sumber pertumbuhan (ekonomi) yang baru,” kata Airlangga di Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) di Bali International Convention Center (BICC), pekan lalu.
Dia menjelaskan, Indonesia dengan 2.391 startup, 2 decacorn, dan 8 unicorn menjadi negara tujuan investasi digital terpopuler di Asia Tenggara. Didukung dengan perbaikan iklim usaha hang kondusif. Makanya, proses digitalisasi saat ini perlu dijaga dengan penguatan sinergi, investasi, dan kebijakan sebagai pondasi. Artinya, inovasi dan pengembangan ekonomi keuangan digital harus dibarengi dengan penguatan regulasi serta pengawasan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
