
Pengendara saat mengisi bahan bakar minyak di SPBU Kuningan, Jakarta, Rabu (30/3/2022). PT Pertamina (Persero) dikabarkan akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis bensin dengan nilai oktan (RON) 92 alias Pertamax per Jumat, 1 April
JawaPos.com - Kepala Center of Food, Energy and Sustainable Development (CFESD) Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra El Talattov menilai bahwa untuk mengatasi permasalahan subsidi bahan bakar minyak (BBM), pemerintah perlu menerapkan skema subsidi tertutup.
"Subsidi energi mau tidak mau perlu mengarah tepat sasaran, tapi pertanyaannya sejauh mana pemerintah dan juga antar kementerian/lembaga bisa mempercepat sinkronisasi data, baik level pusat dan daerah?," ucap dia dalam siaran TV nasional, Senin (18/4).
Ia mengungkapkan tantangan yang dihadapi oleh pemerintah dalam menyalurkan subsidi tertutup, yakni ketidaksiapan sistem. Artinya, banyak masyarakat yang salah sasaran mendapatkan subsidi.
"Yang menjadi tantangan selama ini kan ketika pemerintah ingin menerapkan subsidi langsung ada persoalan inclusion error, jadi masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi menjadi tidak, lalu masyarakat yang tidak berhak ini justru menikmati," tutur dia.
Menurutnya, ini merupakan halangan utama dalam menerapkan skema tersebut. Ia berharap pemerintah dapat mempersiapkan semua instrumen untuk bisa segera menciptakan sistem penyaluran subsidi yang tepat sasaran.
"Ini jadi tantangan utama dalam skema subsidi tertutup, itu kebijakan sangat fundamental dibanding menambah kuota Pertalite dan Solar, itu bukan jawaban untuk masalah di subsidi energi," jelas Abra.
Untuk diketahui, Pertalite sebagai Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) mendapat kuota sebesar 23,05 juta kiloliter (kl) dan akan ditambahkan sebesar 5,45 juta kl menjadi 28,5 juta kl. Kata dia, hal ini akan menambah beban dari pemerintah dan Pertamina selaku distributor.
"Ini menjadi implikasi bahwa kemungkinan besar volume konsumsi Pertalite ini akan melebihi pagu tahun ini atau tahun mendatang," tandas dia.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
