
Komunitas Jakarta Mengabdi ajak anak dan masyarakat kreatif dengan beri nilai tambah ekonomi di Kampung Muka, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (27/3). Istimewa
JawaPos.com - Pemberdayaan manusia merupakan sesuatu yang susah-susah gampang untuk dilakukan. Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk memberikan nilai tambah kepada sebuah individu atau kelompok, termasuk dari sisi ekonomi.
Seperti yang dilakukan oleh Komunitas Jakarta Mengabdi. Komunitas yang berdiri pada 2020 lalu ini tengah menjalankan sebuah program pengabdian di kawasan Ancol, Jakarta Utara, tepatnya di Kampung Muka. Salah satu pemberdayaan yang dilakukan dalam bentuk eksperimen dan kerajinan tangan.
"Kegiatan hari ini terdiri dari 2 Program, yaitu eksperimen hujan dalam toples yang pesertanya anak-anak dan pembuatan piring dari gelas plastik yang pesertanya ibu-ibu," jelas Ketua Umum Jakarta Mengabdi, Bagas Purwa di lokasi, Minggu (27/3).
"Pengabdian dilakukan secara berkala dalam setahun, yang mana di tiap kampungnya kita melaksanakan program pengabdian selama 3 bulan," sambungnya.
Ia mengungkapkan, tujuan pemberdayaan ini adalah untuk mengedukasi anak-anak untuk berinovasi melalui proses eksperimen secara fun learning. Sementara itu, pada aktivitas pembuatan kriya diharapkan dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat setempat.
"Memberikan pelatihan kepada ibu-ibu agar dapat memanfaatkan barang bekas tak terpakai agar memiliki nilai ekonomis," imbuhnya.
Dalam hal ini, pihaknya juga akan menindaklanjuti setiap pengabdian yang dilakukan oleh divisi program taktis. Tujuannya adalah memastikan setiap kegiatan yang telah diajarkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
"Untuk dapat membantu apabila warga kampung binaan membutuhkan bantuan dari Jakarta Mengabdi. Indikator keberhasilan pengabdian dari JM adalah setiap program yang dilaksanakan berjalan dengan baik," jelas dia.
Diharapkan kehadiran komunitas ini dapat menumbuhkan jiwa kepedulian dari para pemuda-pemudi di Jakarta. "Singkatnya, JM dapat melahirkan banyak orang baik yang dapat membangun masyarakat Jakarta lewat jalur pengabdian," tandasnya.
Adapun, salah satu anak yang mengikuti kegiatan eksperimen hujan dalam toples adalah Rizki (12). Ia pun menjelaskan sejumlah tahapan eksperimen tersebut. "Diisi air, pakai krim cukur terus dikasih pewarna makanan untuk warnanya. Terus ditunggu aja, nanti kayak hujan. Seru," katanya antusias.
Kemudian, pada pembuatan kerajinan tangan dari barang bekas, Yuli menyampaikan kegiatan ini dapat meningkatkan kreativitas masyarakat. "Susah-susah gampang, butuh perjuangan juga, tapi kegiatan kayak ini bagus," terangnya.
Pada masa pandemi ini, pelaksanaan pengabdian juga dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Bahkan disediakan pula masker serta hand sanitizer agar dapat digunakan para peserta dan pengurus yang masing-masing berjumlah puluhan orang.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
