
Ilustrasi pungutan pajak
JawaPos.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan, pemerintah mulai melirik pajak berbasis gender. Hal itu akan dibahas dalam agenda Presidensi G20 terkait perpajakan internasional. Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional Wempi Saputra mengatakan, tujuannya untuk memberikan insentif terhadap wanita.
Wempi menyebut, hal itu diinisiasi oleh Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD).
"Tax and gender itu dibahas oleh OECD di dalam agenda perpajakan internasional kita di Presidensi G20," ujarnya secara virtual, Jumat (28/1).
Wempi menjelaskan, dalam perpajakan internasional yang akan dibawa dalam pertemuan anggota negara G20 mendatang ada enam agenda, salah satunya pajak berbasis gender. Namun, di Indonesia sendiri belum ada aturan mengenai gender.
Wempi menggambarkan, insentif gender dalam hal ini adalah ketika seorang wanita bekerja dan memperoleh penghasilan, begitu dia hamil dan melahirkan akan cuti. Saat ini tidak ada insentif pajak atas penghasilannya yang berkurang karena cuti.
"Perpajakan bisa memberikan afirmasi atau dukungan gender para wanita yang sudah harus mengeluarkan biaya melahirkan. Belum tentu semua orang dapat asuransi toh dia juga dapat insentif pajak. Ide asalnya kira-kira begitu. Di Indonesia karena belum. Jadi ini masih wacana," jelasnya.
Wempi mengatakan lebih jauh, bentuk insentif pajak yang dapat diberikan kepada wanita masih dikaji oleh pemerintah. Hal itu mencakup biaya perawatan anak yang difasilitasi oleh pemerintah.
"Jadi ada beberapa afirmasi policy yang diberikan. Ini hanya contoh ilustrasi. Nah ini akan digali bentuk-bentuk yang ada di negara maju seperti apa," ungkapnya.
Wempi menegaskan, wacana tersebut akan dibahas pada Februari mendatang. OECD akan menyerahkan hasil studi awal, dan bulan Juni mereka akan presentasi mengenai pajak gender. Jika hal ini menjadi kesepakatan dalam forum G20, maka dapat diadopsi oleh forum G20 menjadi satu warisan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
