
Cina umumkan penurunan target pertumbuhan ekonomi signifikan. Pemicunya, pertumbuhan ekonomi paling lemah selama 30 tahun terakhir akibat lesunya konjungtur global dan dampak perang dagang dengan AS
JawaPos.com - Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan atau the Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2020 menjadi 2,9 persen. Ramalan tersebut mereka rilis dalam prospek ekonomi terbaru pada Kamis (21/11). Sebelumnya OECD memperkirakan ekonomi global pada 2020 tumbuh 3 persen.
Organisasi yang berbasis di Paris ini menyebut konflik perdagangan menjadi satu faktor determinan melambatnya laju pertumbuhan ekonomi global. Ada risiko stagnasi jangka panjang yang terlihat dari lemahnya investasi dipicu ketidakpastian politik.
Pertumbuhan PDB dunia juga diperkirakan hanya mampu mencapai angka 2,9 persen tahun ini, laju paling lambat sejak krisis keuangan 2008. OECD mengingatkan negara-negara untuk mengambil tindakan berani di tengah ketidakpastian dan perubahan mendasar yang terjadi di ekonomi global.
"Tanpa koordinasi dalam perdagangan dan perpajakan global, serta arah kebijakan energi yang jelas, ketidakpastian akan terus membayangi dan merusak prospek pertumbuhan," kata Kepala Ekonom OECD Laurence Boone ketika mempresentasikan prospek 2020 di Paris, dilansir dari Antara, Jumat (22/11).
Pertumbuhan di Amerika Serikat diperkirakan melambat menjadi 2 persen pada tahun 2020 dan 2021. Bahkan, pertumbuhan ekonomi negara-negara di kawasan Eropa dan Jepang diperkirakan sekitar satu persen.
Pelemahan ekonomi di kawasan Eropa dipengaruhi terutama oleh meningkatnya hambatan perdagangan. Sebab, perekonomian kawasan Eropa sangat bergantung pada ekspor.
Pertumbuhan ekonomi Jepang diproyeksikan akan berada di 0,4 persen pada 2020, atau turun 0,2 poin dibandingkan ramalan sebelumnya. Sementara untuk Prancis dan Italia, OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi masing-masing di level 1,2 persen dan 0,4 persen.
OECD menunjukkan, pertumbuhan volume perdagangan barang dan jasa global diperkirakan telah melambat ke level terendah satu dekade menjadi satu persen tahun ini. "Setiap peningkatan lebih lanjut dari konflik perdagangan akan mengganggu jaringan pasokan dan membebani kepercayaan, pekerjaan dan pendapatan. Ketidakpastian tentang hubungan perdagangan UE-Inggris di masa depan menimbulkan risiko lebih lanjut untuk pertumbuhan seperti halnya tingkat tinggi utang perusahaan saat ini," katanya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
