
ILUSTRASI ASURANSI. (Salman Toyibi)
JawaPos.com - Masih cukup banyak nasabah yang belum memahami sepenuhnya fungsi produk unit link perusahaan asuransi. Perencana keuangan Mada Aryanugraha menuturkan, tidak jarang ada nasabah yang kerap kali mengeluh dengan jumlah nominal tunai yang mereka terima kala jumlahnya tidak sesuai dengan jumlah premi yang mereka bayarkan.
Padahal, menurut Mada, unit link adalah produk asuransi yang unik karena merupakan produk perlindungan untuk nasabah yang dilengkapi alokasi investasi. Hal ini memungkinkan nasabah menikmati nilai tunai yang lebih besar dari premi yang dibayarkan.
“Jika ditanya apakah produk unit link bagus buat masyarakat, saya akan bilang bagus. Karena produk ini tak hanya memberikan manfaat perlindungan buat nasabah, tapi juga ada produk investasi di dalamnya, kata Mada.
Alokasi investasi inilah yang menurut Mada harus benar-benar dipahami oleh nasabah, karena masih mengandung risiko penurunan nilai aktiva bersih (NAB) per unit dari produk unit link yang dimiliki. Nasabah idealnya tidak menarik hasil investasi yang diperoleh dari produk unit link saat NAB-nya meningkat, namun tetap disimpan untuk bisa dijadikan semacam jaring pengaman sosial ketika dalam satu waktu tertentu si nasabah mengalami kesulitan untuk membayar premi.
“Hasil investasi di unit link dapat menjaga keberlangsungan polis, sehingga nasabah tetap mendapatkan perlindungan. Jadi, hasil investasi di unit link bisa digunakan untuk membayar premi di saat nasabah mengalami kesulitan. Idealnya, hasil investasi di unit link memang bisa dimanfaatkan untuk menjaga polis nasabah tetap aktif," katanya.
Dengan demikian, lanjutnya, target nasabah untuk tak lagi membayar premi setelah kontrak polis berakhir bisa terwujud. Karena, penyelenggara asuransi bisa mengalihkan hasil investasi yang diperoleh untuk menutupi insurance cost yang dibutuhkan.
"Nasabah harus memahami bahwa selain proteksi, ada unsur investasi yang bisa dipilih sesuai risk profile dari nasabah. Misalnya si nasabah tergolong tipe pengambil risiko yang rendah atau konservatif, maka unit link berbasis reksa dana pasar uang adalah pilihan yang tepat. Sementara buat mereka yang moderat bisa memilih unit link berbasis reksa dana campuran atau pendapatan tetap. Sedangkan buat mereka dengan risk profile tinggi, unit link dengan underlying asset pada reksa dana saham adalah pilihan yang terbaik," katanya lagi.
Hal lain yang perlu diingat adalah prinsip investasi high risk, high return, low risk, dan low return. Semakin besar potensi kenaikan nilai investasi akan diiringi oleh besarnya risiko penurunan nilai. Sementara, rendahnya potensi kenaikan nilai investasi akan diiikuti oleh risiko yang rendah pula.
Jika kondisi instrumen investasi yang anjlok, kata Mada, nasabah dipastikan memiliki potential lost yang besar jika ingin mengambil manfaat tunai dari unit link yang dimiliki.
“Di saat pasar modal sedang anjlok, seharusnya mereka tidak mencairkannya. Jika mereka memilih mencairkan karena merasa rugi, maka mereka akan merealisasikan kerugiannya. Lebih baik menunggu hingga kondisi pasar membaik," ujarnya.
Terakhir, Mada menegaskan bahwa pada dasarnya unit link adalah salah satu produk perlindungan. Makanya, masyarakat harus menetapkan mind set bahwa mereka membeli unit link untuk perlindungan diri dan keluarga.
"Nasabah pun harus teliti membaca prospektus produk unit link, dan memahami risiko apa saja yang ditanggung oleh produk tersebut. Jangan sampai terulang kejadian seorang nasabah yang mengajukan klaim atas sakit yang dideritanya, namun klaim tidak bisa dicairkan. Setelah diteliti, risiko sakit yang diklaim ternyata tidak masuk dalam risiko yang di-cover asuransi," ujar Mada.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
