
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat melakukan rapat kerja dengan Komisi XI di di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/6/2021). Dalam rapat kerja yakni pembahasan pagu indikatif Kementerian Keuangan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan
JawaPos.com - Kementerian Keuangan mengungkapkan, ada tantangan yang dihadapi oleh sebuah negara di masa depan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, ketiga tantangan tersebut diantaranya, pandemi, perubahan iklim, dan teknologi digital.
Menurutnya, negara yang tak mampu menyesuaikan dan beradaptasi di setiap kondisi akan terseret arus menjadi negara tertinggal. Sementara negara yang mampu menghadapi ketika tantangan tersebut akan menjadi pemenang.
"Tiga hal itu yang akan menyapu dunia, yang akan mempengaruhi dan menentukan sebuah negara apakah dia akan jadi pecundang atau pemenang atau winner," ujarnya secara virtual, Selasa (19/10).
Sri Mulyani mengaku, dalam menghadapi ketiga tantangan tersebut tidak lah mudah, bahkan menjadi sangat sulit dilakukan pada saat ini. Seperti misalnya, pandemi yang dialami oleh seluruh masyarakat dunia. Meski pandemi bukan yang pertama kali, namun masih ada kemungkinan hal serupa terjadi di masa depan.
"Pandemi Covid-19 bukanlah yang pertama kali dan bukan yang terakhir kali,” ucapnya.
Saat ini, lanjutnya, seluruh dunia sedang berupaya keras mencari cara dan menyiapkan penanganan yang lebih naik. Hal ini dilakukan untuk pencegahan dan penanganan sedini mungkin.
Sri Mulyani menyebut, tantangan lainnya yang akan mengancam serta memiliki dampak yang sangat luas adalah perubahan iklim. Dalam menghadapi tantangan ini, membutuhkan kebijakan yang mempu mengubah sisi kegiatan ekonomi masyarakat.
"Ini tantangan yang sangat pelik karena membutuhkan desain, policy, mengubah dari sisi kegiatan ekonomi dan masyarakat, entah investasi, konsumsi, yang lebih makin menyadari peranan untuk menjaga lingkungan dan mencegah pemburukan climate change," tuturnya.
Terakhir, Sri Mulyani menambahkan, dunia akan dihadapkan oleh transformasi digital yang akan semakin dominan. Ia berharap, generasi mida dapat ikut berkontribusi memberikan inovasi dan mengeksplorasi teknologi digital. Dalam hal ini tidak hanya sekadar mengadopsi teknologi digital dari negara lain.
Apalagi, Indonesia secara demografi sebagian besar masyarakatnya merupakan generasi muda. Ini menguntungkan Indonesia karena dengan masyarakat muda mereka relatif lebih mampu beradaptasi. “Mereka tidak terkunci dalam mindset dan kekolotan yang menyebabkan kita tidak mampu berubah," pungkasnya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
