
Asbrindo
JawaPos.com - Ditolaknya kebijakan anti-dumping oleh Kementrian Perindustrian, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia beserta dengan lembaga lainnya, disambut antusias oleh para pelaku usaha produk baja ringan. Salah satunya Asosiasi Baja Ringan dan Atap Ringan Indonesia (Asbarindo).
Ketua Asbarindo Dwi Sudaryono mengatakan, dalam surat KADI No. 199-L/KADI/VI/2021 yang menyatakan bahwa Pemerintah Republik Indonesia memutuskan untuk menghentikan proses pengenaan BMAD atas Impor Produk Baja Lapis Aluminium Seng (BjLAS) asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Vietnam, sangat disambut baik pelaku usaha baja ringan di Indonesia.
Dwi juga menjelaskan, berdasarkan Usulan Penerapan Anti Dumping Produk BjLAS, sebagai petisioner PT. NS Bluescoope Indonesia telah dilakukan penyelidikan hingga sampai kepada keputusan Pemerintah untuk menolak pemberlakuannya.
"Tentunya keputusan tersebut telah dilakukan kajian secara matang terhadap aspek Supply dan Demand BjLAS nasional yang dalam kajian tersebut juga telah mempertimbangkan terhadap pemenuhan produk dalam negeri dan impor," terang Dwi dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Jumat (30/1).
Menurut Dwi, Kebijakan Anti Dumping BjLAS apabila diberlakukan dampaknya akan merugikan pertumbuhan dan perkembangan industri baja nasional, khususnya terhadap Industri Roll Former di Indonesia. Karena Asbarindo merupakan salah satu asosiasi yang mewadahi para pelaku usaha Industri Roll Former dan menyampaikan kondisi faktual yang terjadi dilapangan banyak perusahaan yang menghentikan kegiatan produksinya dan merumahkan karyawan karena kesulitan mendapatkan bahan baku.
"Belum lagi naiknya harga bahan baku tentunya sangat dirugikan jika kebijakan anti dumping itu dilaksanakan," terangnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Asbarindo Ferdinan Situmeang juga menyampaikan hal senada, dirinya menyambut baik keputusan Pemerintah untuk menghentikan proses pengenaan BMAD produk BjLAS.
“Saat ini baru saja mulai menggeliat dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan mulai melakukan pemulihan kegiatan usahanya sehingga dengan keputusan tersebut sangat mendorong dalam usaha meningkatkan kegiatan produksinya yang selama ini hampir tidak ada harapan untuk menghidupkan kegiatan usaha," ucapnya.
Karena itu, Ferdinand berharap agar Pemerintah dalam hal ini mengambil kebijakan tetap mengutamakan aspek keadilan dari mulai industri hulu hingga hilir agar terciptanya iklim usaha yang seimbang dan berkeadilan untuk menghindari ketimpangan.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
