
KHUSUS DARURAT: Ambulans melintas di Jalan Fatmawati, Jakarta, yang ditutup kemarin. (10/7). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
JawaPos.com – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat berpotensi menekan perekonomian tanah air. Kebijakan tersebut bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun ini.
Anggota Komisi XI DPR Anis Byarwati menilai pemerintah lamban menangani pandemi Covid-19. Itu tecermin dari data Kemenkes bahwa vaksinasi dosis pertama masih berjalan 19,9 persen dari total target 181.554.465 orang. Sementara itu, vaksinasi dosis kedua baru mencapai 8,2 persen.
Dia mengatakan, banyak kebijakan pemerintah yang kurang terintegrasi. Ditambah, lemahnya koordinasi antara pusat dan daerah. ’’Bisa dilihat dari pertambahan pasien positif mencapai 35 ribu lebih kasus per hari,” kata Anis kemarin (10/7).
Menurut Anis, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat akan berdampak pada ekonomi kuartal III 2021. Sebab, ruang gerak publik semakin terbatas. Aktivitas ekonomi ikut terhambat. Politikus PKS tersebut mendesak pemerintah segera menyalurkan bantuan sosial, baik tunai maupun nontunai, kepada masyarakat miskin dan rentan miskin. ’’Jika tidak, situasi ini akan berdampak lebih serius bagi Indonesia. Kita akan terus terjebak sebagai lower middle income country,” katanya.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebutkan, perubahan suku bunga kredit tidak berpengaruh besar terhadap permintaan kredit pada situasi pandemi saat ini. Sebab, ada masalah struktural di pasar. Sektor-sektor yang terdampak langsung belum membutuhkan kredit modal kerja. Apalagi investasi. Misalnya, sektor manufaktur yang belum beroperasi 100 persen. Begitu pula sektor pariwisata yang mengandalkan turis asing.
’’Ini luar biasa dampaknya. Okupansi hotel masih rendah. Untuk perusahaan penerbangan, penumpangnya belum banyak. Restoran belum banyak pengunjungnya. Sektor transportasi seperti rental mobil yang biasanya disewa turis mancanegara sekarang sepi,” bebernya.
Baca juga: Tiba-tiba PPKM Darurat, ini Ramalan PDB Sri Mulyani Sampai Akhir Tahun
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir menambahkan, pemerintah masih optimistis pada kinerja ekonomi kuartal II 2021. Iskandar meyakini, ekonomi akan tumbuh di kisaran 7,1–7,5 persen pada kuartal II 2021. ’’Penjualan ritel, penjualan kendaraan bermotor, dan dari volume output industri yang dikumpulkan, ada beberapa sektor yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021,” jelasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
