
Sejumlah siswa saat melakukan belajar tatap muka di SDN Pondok Labu 14 Pagi di Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (04/06/2021). Kegiatan belajar tatap muka ini diikuti 50 persen dari total siswa untuk setiap kelas guna mengantisipasi penyebaran virus Covid-
JawaPos.com - Indonesia kekurangan lapangan pekerjaan untuk kelompok masyarakat kelas menengah alias middle-class job. Demikian hasil studi Bank Dunia (World Bank) yang disampaikan Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen Rabu (30/6).
Jika ingin naik kelas menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2045, Indonesia perlu menciptakan lebih banyak middle-class job. Jenis pekerjaan itu memungkinkan setiap rumah tangga menjalani kehidupan kelas menengah.
"Perlu diciptakan lingkungan yang mendukung pekerjaan kelas menengah dapat tumbuh dan berkembang. Pemerintah Indonesia memahami hal ini dan mengambil langkah-langkah untuk mewujudkannya," ujar Satu.
Sejak 2009 hingga 2019, Indonesia mencetak rata-rata 2,4 juta pekerjaan baru setiap tahun. Pada 2019, angka pengangguran mencapai titik paling rendah dalam dua dekade terakhir. Yakni, sekitar 5,2 persen.
"Penciptaan lapangan kerja pada skala tersebut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan berhasil mengentaskan rakyat dari kemiskinan," jelas Satu.
Dalam kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah memprioritaskan penciptaan lapangan pekerjaan yang berkualitas. Tentu dengan mempertimbangkan produktivitas yang tinggi dan upah yang lebih baik.
Airlangga menyebut Undang-Undang 11/2020 tentang Cipta Kerja sebagai upaya untuk mewujudkan Indonesia adil dan sejahtera pada 2045. Itulah reformasi struktural untuk mempercepat investasi dan penciptaan lapangan kerja.
"Ini masa yang sangat penting untuk memulihkan Indonesia dari dampak ekonomi akibat pandemi," katanya.
Bank Dunia mencatat, dari sekitar 85 juta warga Indonesia yang berpenghasilan, hanya sekitar 15,4 persen yang mendapatkan penghasilan kelas menengah. Sementara, 7 persen dari 49 juta tenaga kerja mendapatkan upah setara kelas menengah.
Kelompok itu juga menikmati manfaat sosial secara utuh dan memiliki status sebagai pegawai tetap. Kemarin Chatib Basri yang menjabat menteri keuangan periode 2013–2014 menyatakan, upaya pemerintah sudah cukup baik. Namun, dia menyarankan pendekatan yang benar dalam pengambilan keputusan.
Kebijakan yang pemerintah buat seyogianya memiliki terobosan yang bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat. "Sering saya katakan, kalau situasi dan kondisi serta institusinya masih di Jurassic Park, jangan datang dengan rekomendasi kebijakan ala Star Wars. Kita harus realistis," tutur Chatib.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022