
Gitaris Slank Abdee saat Jumpa Pers di Jakarta, Kamis (22/8/2019). Slank kembali meluncurkan album barunya yang ditandai sebagai
JawaPos.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengangkat Abdi Negara Nurdin atau yang lebih dikenal dengan nama Abdee Slank menjadi Komisaris PT Telkom Indonesia Tbk (Persero). Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin mempertanyakan apakah gitaris Slank tersebut ahli di bidangnya. Sebab, dia berlatar belakang seorang musisi.
"Akhirnya nanti publik bertanya-tanya, di mana BUMN, di mana profesionalitasnya," ujar Ujang kepada JawaPos.com, Sabtu (29/5).
Bahkan, bukan kali ini saja Erick Thohir mengangkat orang yang belum teruji pada bidangnya. Seperti politikus PDIP Basuki Tjahja Purnama (Ahok) diangkat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina.
Kemudian ada nama politikus PDIP Budiman Sudjatmiko sebagai Komisaris Independen PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V). Selanjutnya politikus Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago sebagai Komisaris Independen Pelindo I.
"Sekarang Jokowi, seolah-olah Menteri BUMN menempatkan orang-orang yang dinilai belum memiliki kapasitas. Kalau semua orang masuk, semua orang yang bukan ahlinya masuk bukan ditempatkan bukan bidangnya ini akan hancur," katanya.
"Di pemerintahan Jokowi ini parah karena menempatkan orang-orang partai yang dahulu zaman Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) enggak ada," katanya.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini mengatakan, sebaiknya BUMN diisi oleh orang-orang profesional atapun pegawai yang sudah mengabdi lama di perusahaan pelat merah tersebut. Sehingga tidak menimbulkan nyinyir di publik.
"Jadi lebih baik dari kalangan profesional ataupun pegawai BUMN tersebut diangkat yang sudah bekerja cukup lama di BUMN," ungkapnya.
Sementara itu, terpisah Direktur Eksekutif KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo mengatakan memang di nagara-negara lain juga sama seperti Indonesia, orang yang punya jasa diberikan tempat di perusahaan-perusahaan milik pemerintah.
"Jadi menurut saya ini fenomena yang ada sejak Pak Jokowi dari 2014 karena ada banyak relawan Pak Jokowi jadi komisaris di BUMN dan ini dilanjutkan setelah kemenangan Pak Jokowi kedua di 2019," katanya.
Kunto mengaku wajar jika orang tersebut ditunjuk menjadi pemimpin di perusahaan pelat merah tersebut. Namun, penempatan tersebut harus berdasarkan kapasitas, kompetensi dari orang itu.
"Namun, biasanya posisi tertentu dinilai dari kapabilitas orang tersebut, kalau misalnya mas Abdee Slank jadi komisaris di Telkom apakah Mas Abdee punya kompetensi membantu Telkom yang akan akhirnya menjadi perusahaan lebih baik," ungkapnya.
Menurutnya, kalau orang tersebut ditunjuk tidak memiliki kapasitasnya, maka lebih baik menolak saja. Sehingga menerima menjadi pemimpin di perusahaan milik negara bukan karena ingin mendapatkan gaji yang besar.
"Mereka harusnya berkaca secara intelektual apakah memang posisi itu cocok atau hanya mengejar uangnya saja," pungkasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
