
Panitan kurban saat memotong daging kurban di halaman Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2020). Panitia di kawasan tersebut membagikan kurang lebih 1800 bungkus daging kurban dari 10 sapi dan 40 kambing kepada warga miskin dan orang terlantar d
JawaPos.com - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkirakan persediaan harga daging sapi hingga kerbau akan naik selama bulan suci Ramadan dan lebaran Idul Fitri nanti. Namun, kenaikannya tidak akan drastis dan harganya masih terjangkau masyarakat.
Untuk itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, pihaknya akan tetap menjaga stabilitas harga daging untuk memenuhi kebutuhan pangan saat Ramadan dan Lebaran nanti. “Harga ini akan naik tetapi mudah-mudahan dengan persiapan yang sekarang dikerjakan oleh Kementerian Perdagangan, kenaikan itu bisa lebih dijangkau karena memang situasi dunia yang tidak menentu," ujarnya dalam Konferensi Pers secara virtual, Senin (15/3).
Lutfi menuturkan, untuk permintaan daging terbanyak selama Ramadan hingga Lebaran, seperti Jakarta dan Aceh akan tetap terpenuhi. Pihaknya telah menugaskan 2 BUMN untuk mengimpor daging sapi dan kerbau selain dari Australia.
Baca Juga: Harga Daging Sapi dari Pemasok Melambung, Pedagang Ancam Mogok
Nantinya, pemerintah akan mengimpor daging sebanyak 100.000 ton, yang terdiri dari 80.000 ton daging kerbau India ditugaskan kepada Bulog dan 20.000 ton daging sapi Brazil kepada PT berdikari.
"Mudah-mudahan adanya penugasan daging ditambah mobilisasi daripada stok nasional untuk memastikan bahwa daging sapi ini ada terutama di pulau Jawa khususnya di Jakarta, dan di Sumatera khususnya di Aceh karena memang di sana konsumsi dagingnya ketika bulan puasa itu naik signifikan itu tercukupi," jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga memindahkan sapi-sapi dari sentra-sentra di Kalimantan Timur dan Jawa Timur ke daerah-daerah yang permintaan akan dagingnya tinggi. "Sedang mencoba untuk me-move sapi dari sentra-sentra seperti Kalimantan Timur dan Jawa Timur untuk memastikan bahwa harga untuk bulan Ramadhan dan lebaran Idul Fitri ini bisa terjaga di level yang stabil," tuturnya.
Lutfi menjelaskan alasan pemilihan kerbau India dan sapi Brazil untuk menambah stok daging, karena jika impor daging dari Australia harganya lebih mahal. Lantaran daging sapi di negara tersebut melonjak tajam dari rata-rata 2,3-2,8 dolar Australia per Kg menjadi nyaris 5 dolar Australia per Kg-nya karena sempat dilanda kebakaran hutan.
“Jadi secara struktur memang kita itu hanya bisa impor dari Australia kasarnya begitu, memang Australia dari tahun ke tahun merupakan supplier yang handal untuk memenuhi kebutuhan nasional kita untuk sapi dan daging," tandasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/29Q7A3EmUCY

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
