Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Januari 2021 | 16.26 WIB

Harga Kedelai Mahal, Pemerintah Harus Awasi Potensi Penimbunan

Pekerja membuat tahu di industri rumahan, Duren Tiga, Jakarta, Minggu (3/1/2021). Kedelai sebagai bahan baku pembuatan tahu mengalami lonjakan harga dari Rp 7.200 menjadi Rp 9.200 per kilogram. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Pekerja membuat tahu di industri rumahan, Duren Tiga, Jakarta, Minggu (3/1/2021). Kedelai sebagai bahan baku pembuatan tahu mengalami lonjakan harga dari Rp 7.200 menjadi Rp 9.200 per kilogram. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com - Harga komoditas kedelai kini merangkak naik mengikuti harga di pasar global. Hal itu membuat dua makanan olahan yang berasal dari kedelai seperti tempe dan tahu juga ikut naik.

Hal ini pun membuat pelaku usaha tempe dan tahu diliputi kecemasan terhadap permintaan produk mereka. Ketua bidang ekonomi PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan, mereka meminta pemerintah untuk secepatnya mengatasi masalah ini agar dunia usaha dan kehidupan ekonomi masyarakat kembali menggeliat serta tidak ada yang dirugikan.

Menurutnya, jika harga kedelai naik maka biaya produksi dari para pembuat tempe dan tahu tentu akan meningkat. Hal itu tentu berpengaruh pada harga jual mereka yang harus meningkat. Namun, jika harga jualnya meningkat maka daya beli masyarakat tentu akan menurun sehingga keuntungan dari produsen dan pedagang tahu serta tempe tersebut akan menurun.

"Kalau hal ini yang terjadi tentu akan sangat berdampak atau berpengaruh kepada tingkat kesejahteraan para produsen dan para pedagang tahu dan tempe serta juga kepada warga masyarakat karena mereka tidak lagi mampu membeli sesuai dengan kebutuhan pokoknya," jelasnya dalam keterangannya, Selasa (5/1).

Selain itu, Anwar juga menekankan, jika ada pihak-pihak yang melakukan penimbunan dan melakukan spekulasi dalam masalah perkedelaian ini maka pihaknya meminta pemerintah untuk menindak mereka dengan tegas.

"Menggiring mereka ke pengadilan untuk dijatuhi hukuman yang sesuai dengan besar dan dampak buruk dari kesalahannya," tutupnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore