
DILALAP API: Sebuah mobil milik satpol PP dibakar saat aksi mahasiswa, buruh, dan elemen masyarakat di kawasan Balai Kota Malang kemarin (8/10). (DARMONO/JAWA POS RADAR MALANG)
JawaPos.com - Pengesahan UU Cipta Kerja menuai respons yang bertolak belakang. Penolakan terutama datang dari kalangan pekerja. Salah satunya terkait dengan upah.
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menyatakan, pembuat omnibus law atau UU Cipta Kerja sejak awal salah menganalisis upah dan produktivitas tenaga kerja. Upah tidak bisa disamakan dan dipukul rata, tetapi bergantung pada jenis pekerjaan dan industrinya.
Misalnya, upah tenaga kerja di industri otomotif yang butuh skill tinggi. Wajar bila upahnya mahal.
Kecuali, Indonesia ingin bersaing dengan India, Bangladesh, dan Ethiopia untuk mengejar low-cost labor industry. ”Yang penting tenaga kerja banyak, tapi upah rendah. Kalau model investasi yang kualitasnya rendah dikejar, wajar solusinya adalah omnibus law,” ujar Bhima kepada Jawa Pos tadi malam.
Sebaliknya, jika ingin menarik investasi yang hi-tech dan high skill labor, pemerintah seharusnya tidak bermain dalam perubahan regulasi upah dan tunjangan pekerja. Namun, pemerintah harus membenahi pendidikan, keterampilan, dan pemberian hak pekerja yang lebih baik.
Menurut dia, perusahaan berbagai produk brand internasional dengan target konsumen negara maju pasti menginginkan investasi yang memenuhi standar. Baik standar lingkungan, menghargai hak pekerja (fair labor and decent work), maupun transparan. Juga tidak terlibat dalam praktik suap atau korupsi.
Baca juga:

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
