Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Juni 2020 | 21.10 WIB

Rupiah Menguat, Tinggalkan Angka Rp 14 Ribu

Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/4/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin sore ditutup positif dengan menguat 17 poin atau 0,38 persen ke level 4.513. Foto: Dery - Image

Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/4/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin sore ditutup positif dengan menguat 17 poin atau 0,38 persen ke level 4.513. Foto: Dery

JawaPos.com – Nilai tukar rupiah menguat meninggalkan level Rp 14 ribu per USD. Penguatan tersebut dipengaruhi inflasi yang rendah serta kebijakan new normal pemerintah.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menuturkan, mata uang rupiah diperdagangkan dengan kurs beli Rp 13.855 per USD, sedangkan kurs jual tercatat Rp 13.960 per USD. ’’Alhamdulillah sudah tembus di bawah Rp 14 ribu. Dalam pandangan kami masih undervalued. Ke depan masih berpotensi menguat,” paparnya dalam konferensi pers virtual kemarin (5/6).

Inflasi serta defisit transaksi berjalan yang rendah dan terkendali, lanjut dia, mendorong sentimen positif. Juga, perbedaan antara suku bunga dalam dan luar negeri. ’’Yield SBN 10 tahun Indonesia sebesar 7,06 persen, sedangkan yield UST Note 10 tahun sebesar 0,8 persen sehingga yield spread sebesar 6,2 persen,” bebernya.

Premi risiko Indonesia juga mulai menurun meski belum kembali ke posisi sebelum pandemi Covid-19. Tercatat, premi CDS (credit default swap) Indonesia lima tahun turun ke 126,78 bps per 4 Juni. Namun, itu masih tinggi jika dibandingkan dengan premi CDS Indonesia lima tahun sebelum Covid-19. Yakni, sebesar 66–68 bps.

Sementara itu, ekonom Josua Pardede menilai transisi pembukaan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di beberapa daerah, seperti DKI Jakarta, diharapkan akan mendorong peningkatan produktivitas perekonomian setelah menurun tajam saat PSBB. ’’Pelonggaran tersebut nanti diikuti juga oleh implementasi new normal. Dengan harapan dapat berjalan baik tanpa menimbulkan kasus baru lagi di kemudian hari,” urai Josua.

Dengan demikian, aktivitas perekonomian pada kuartal III 2020 diperkirakan membaik. Mengingat, kuartal II 2020 diperkirakan mengalami kontraksi dan akan kembali membaik hingga kuartal IV 2020.

Sepanjang minggu ini, rupiah sudah mengalami penguatan sebesar 5,3 persen dan itu tertinggi di Asia. ’’Sejak mencapai titik terendahnya di level 16.575, rupiah sudah mengalami penguatan sebesar 16,3 persen dan secara tahun kalender rupiah membukukan koreksi kecil sekitar 0,09 persen,” terang Josua.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=5cKJCLaUN-g

 

https://www.youtube.com/watch?v=9FQY9NOUUM0

 

https://www.youtube.com/watch?v=WtV0hYrRWAc

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore