
Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan
JawaPos.com - Kabar bahwa akan datang 500 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang masuk ke Indonesia masih menjadi persoalan. Para TKA tersebut hendak diboyong ke Tanah Air untuk mengerjakan salah satu proyek di kawasan Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara.
Merespons hal itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pihak perusahaan, yakni PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) masih meminta izin para TKA bekerja di Indonesia.
"Nggak ada lah (masuk sekarang), mereka itu berencana minta (izin), tapi itu kan nanti baru bulan Juni-Juli baru kejadian, tapi dari sekarang minta izin, kan prosesnya nggak sehari," ujarnya dalam Bincang Khusus bersama Radio Republik Indonesia, Minggu (10/5).
Kata Luhut, kedua perusahaan tersebut akan membangun pabrik HPAL (high perssure acid leaching) untuk membangun industri baterai lithium, di mana nikel merupakan bahan baku produk tersebut. "Dia itu menyelesaikan HPAL untuk persiapan industri lithium baterai," tambahnya.
Lanjut dia, para TKA tersebut merupakan pekerja yang memiliki skill untuk memasang alat produksi yang akan digunakan. Sebab, Luhut sendiri mengakui bahwa Indonesia tidak memiliki teknologi yang mumpuni untuk membangun industri tersebut.
"Kita kerjakanlah ini, nanti tenaga asing yang mengerjakan dan setelah itu bersamaan tenaga kerja Indonesia masuk, teknologi kan dari dia, kita nggak bisa dong ngerjain semua, tetap ada asing," jelasnya.
Kemudian, setelah selesai, para TKA tersebut akan dipulangkan di mana nantinya pekerjanya akan diisi oleh anak bangsa.
"Nanti yang kerja sebagian 90 persen orang Indoensia, masih banyak orang daerah yang belum mumpuni karena pendidikan SMA kurang bagus, makanya dalam tiga tahun ini mulai diperbaiki supaya masuk politeknik, untuk bikin lapangan kerja perlu orang dulu bikin induknya, setelah itu kita yang kerjakan (operasikan) semua," ucap dia.
Apalagi pada 2023, Indonesia akan memasuki global supply chain untuk baterai lithium. "Indonesia akan masuk pasar itu, tapi kan untuk sampai sana harus ada bridging-nya (jembatan), nggak bisa Indonesia bikin sendiri, teknologi Indonesia belum sampe. Jangan kita tambah lagi bahwa TKA ini mengontrol kita, ngga bener itu," tutupnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Er76Ofs4ek4
https://www.youtube.com/watch?v=_dI7KXOhK3g
https://www.youtube.com/watch?v=yvFX3-dU0Pg

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
