
ILUSTRASI KARTU PRAKERJA - Adnan Reza Maulana/JawaPos.com
JawaPos.com - Mitra program Kartu Prakerja menjadi polemik di tengah masyarakat. Sebab diketahui, salah satunya dimiliki oleh Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo (Jokowi), meski kini yang bersangkutan sudah mengundurkan diri.
Isu inipun menjadi bahan diskusi dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI, Rabu (6/5), yang dihadiri oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Menjawab pertanyaan dari anggota dewan, Sri Mulyani mengakui, program Kartu Prakerja mengalami banyak penyesuaian saat Covid-19 mewabah.
Sri Mulyani menyampaikan, program Kartu Prakerja awalnya didesain untuk meningkatkan keterampilan bagi calon angkatan kerja baru. Jumlah pesertanya kala disusun ditargetkan hanya sekitar dua juta orang.
Namun, ketika wabah Covid-19 menyerang Indonesia, program inipun berubah fungsi menjadi semi bantuan sosial (bansos). Jumlah pesertanya ditambah menjadi 5,6 juta peserta.
Terjadi kenaikan anggaran, dari yang semula dialokasikan sebesar Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun. Dari sisi pelaksanaan, terjadi percepatan.
Awalnya, kata Sri Mulyani, program Kartu Prakerja direncanakan dilaksanakan pertengahan tahun. Akan tetapi, karena Covid-19, pelaksanaan program dimajukan ke April.
"Delapan mitra ini yang dianggap sudah siap. Pemerintah tidak melakukan tender dengan platform tersebut," ungkap mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.
Namun, hal itu bukan tanpa alasan. Menurut Sri Mulyani, tidak adanya tender itu dikarenakan tidak ada penyelenggaraan barang atau jasa yang dibayarkan pada perusahaan digital yang menjadi mitra.
"Jadi, dalam hal ini, tidak ada pembayaran kepada mereka. Pembeliannya adalah kepada content provider, yang beragam berdasarkan minat dari jutaan peserta," terangnya.
Kedelapan mitra program Kartu Prakerja itu antara lain Tokopedia, Ruang Guru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir, dan Kemnaker.go.id. Sadar menjadi polemik, Sri Mulyani terbuka terhadap berbagai masukan untuk perbaikan program ini.
"Kami berharap masukan yang muncul dijadikan perbaikan. Kami sudah sampaikan ke PMO untuk memprebaiki konten pelatihan," imbuhnya.
Selepas Covid-19, pemerintah juga ancang-ancang untuk melaksanakan pelatihan yang digelar secara offline. "Kami cadangkan dari Rp 20 triliun itu dana untuk pelatihan yang harus temu muka," pungkas Sri Mulyani.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
