
pekerja pelabuhan lelakukan pemuatan perdana di dermaga Terminal Manyar Pelabuhan Gresik digunakan untuk pemuatan pupuk dalam kemasan (in bag) sejumlah 9.000 ton. Pupuk tersebut akan dibawa menuju Pelabuhan Teluk Bayur dengan menggunakan kapal MV. Isa Win
JawaPos.com - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berharap Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) segera menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK). Tepatnya KEK teknologi dan manufaktur. Pelindo III yakin bahwa status itu akan menaikkan angka investasi di Jawa Timur (Jatim).
Direktur Utama Pelindo III Doso Agung menyatakan, permohonan itu sudah diajukan tahun lalu. "Kita punya bonus demografi dan konsumen yang luar biasa beragam. Jika KEK teknologi dan manufaktur di JIIPE terwujud, saya yakin banyak investor yang menanamkan modal di sini," ungkapnya sebagaimana tertulis dalam siaran pers Minggu (15/3).
Sebagai satu-satunya kawasan industri Jatim yang terintegrasi langsung dengan pelabuhan, JIIPE merupakan aset berharga. Terutama untuk meningkatkan nilai ekonomi melalui investasi dan pembukaan lapangan kerja baru.
Dengan luas lahan 2.961 hektare, JIIPE akan lebih menarik minat investor setelah berubah menjadi KEK teknologi dan manufaktur. Sebab, JIIPE bisa menjadi kawasan industri unggulan penggerak ekonomi nasional.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mendukung transformasi JIIPE menjadi KEK teknologi dan manufaktur. Apalagi, secara infrastruktur, JIIPE sangat cocok untuk menjadi KEK.
"BKPM selalu support segala sesuatu yang bertujuan mendatangkan investasi asal sesuai aturan. Seperti perizinan dan sebagainya," katanya.
Bahlil pun menganggap JIIPE sangat potensial. BKPM tidak pernah berhenti menawarkan JIIPE kepada para calon investor. Sejauh ini, JIIPE sudah berhasil menggaet PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai investor. Investasi yang masuk dari smelter yang dibangun PTFI mencapai USD 3 miliar atau sekitar Rp 44,26 triliun.
PTFI akan menggunakan fasilitas tersebut untuk mengolah konsentrat tembaga menjadi katode tembaga. Juga, menjadi fasilitas pemurnian logam berharga alias precious metal refinery (PMR). Fasilitas itu ditargetkan dapat menghasilkan 50.000 ton katode tembaga dan 6.000 lumpur anode per tahun.
Investasi bakal masuk mulai tahun ini. Dengan masuknya investasi PTFI dan investor lain di kemudian hari, diharapkan realisasi investasi di Jatim meningkat. Tahun lalu realisasi investasi di Jatim mencapai Rp 58,45 triliun atau tumbuh 14,2 persen secara year-on-year (yoy).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
