Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Maret 2020 | 21.30 WIB

Sudah Ada PTFI, Pelindo III Ingin JIIPE jadi KEK Teknologi-Manufaktur

pekerja pelabuhan lelakukan pemuatan perdana di dermaga Terminal Manyar Pelabuhan Gresik digunakan untuk pemuatan pupuk dalam kemasan (in bag) sejumlah 9.000 ton. Pupuk tersebut akan dibawa menuju Pelabuhan Teluk Bayur dengan menggunakan kapal MV. Isa Win - Image

pekerja pelabuhan lelakukan pemuatan perdana di dermaga Terminal Manyar Pelabuhan Gresik digunakan untuk pemuatan pupuk dalam kemasan (in bag) sejumlah 9.000 ton. Pupuk tersebut akan dibawa menuju Pelabuhan Teluk Bayur dengan menggunakan kapal MV. Isa Win

JawaPos.com - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berharap Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) segera menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK). Tepatnya KEK teknologi dan manufaktur. Pelindo III yakin bahwa status itu akan menaikkan angka investasi di Jawa Timur (Jatim).

Direktur Utama Pelindo III Doso Agung menyatakan, permohonan itu sudah diajukan tahun lalu. "Kita punya bonus demografi dan konsumen yang luar biasa beragam. Jika KEK teknologi dan manufaktur di JIIPE terwujud, saya yakin banyak investor yang menanamkan modal di sini," ungkapnya sebagaimana tertulis dalam siaran pers Minggu (15/3).

Sebagai satu-satunya kawasan industri Jatim yang terintegrasi langsung dengan pelabuhan, JIIPE merupakan aset berharga. Terutama untuk meningkatkan nilai ekonomi melalui investasi dan pembukaan lapangan kerja baru.

Dengan luas lahan 2.961 hektare, JIIPE akan lebih menarik minat investor setelah berubah menjadi KEK teknologi dan manufaktur. Sebab, JIIPE bisa menjadi kawasan industri unggulan penggerak ekonomi nasional.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mendukung transformasi JIIPE menjadi KEK teknologi dan manufaktur. Apalagi, secara infrastruktur, JIIPE sangat cocok untuk menjadi KEK.

"BKPM selalu support segala sesuatu yang bertujuan mendatangkan investasi asal sesuai aturan. Seperti perizinan dan sebagainya," katanya.

Bahlil pun menganggap JIIPE sangat potensial. BKPM tidak pernah berhenti menawarkan JIIPE kepada para calon investor. Sejauh ini, JIIPE sudah berhasil menggaet PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai investor. Investasi yang masuk dari smelter yang dibangun PTFI mencapai USD 3 miliar atau sekitar Rp 44,26 triliun.

PTFI akan menggunakan fasilitas tersebut untuk mengolah konsentrat tembaga menjadi katode tembaga. Juga, menjadi fasilitas pemurnian logam berharga alias precious metal refinery (PMR). Fasilitas itu ditargetkan dapat menghasilkan 50.000 ton katode tembaga dan 6.000 lumpur anode per tahun.

Investasi bakal masuk mulai tahun ini. Dengan masuknya investasi PTFI dan investor lain di kemudian hari, diharapkan realisasi investasi di Jatim meningkat. Tahun lalu realisasi investasi di Jatim mencapai Rp 58,45 triliun atau tumbuh 14,2 persen secara year-on-year (yoy).

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore