Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Januari 2020 | 23.27 WIB

Mangga Sumedang Tembus Pasar Rusia, Alpukat dan Kacang Kepri Menyusul

MANGGA KUALITAS EKSPOR: Tanaman mangga gedong gincu yang buahnya menembus pasar ekspor ke Rusia. (Istimewa) - Image

MANGGA KUALITAS EKSPOR: Tanaman mangga gedong gincu yang buahnya menembus pasar ekspor ke Rusia. (Istimewa)

JawaPos.com - Komoditas Mangga jenis Gedong Gincu, salah satu produk hortikultura asal Sumedang berhasil menembus pasar ekspor. Negara yang dituju adalah Rusia, lebih tepatnya di ibu kota Moskow.

Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendukung ekspor mangga asal Sumedang berniat untuk mengalokasikan kegiatan pengembangan kawasan mangga varietas gedong gincu seluas 200 hektare pada tahun 2020.

"Sumedang kami nilai potensial untuk pengembangan mangga Gedong Gincu. Tahun depan dialokasikan 200 hektare mangga ke kawasan tersebut. Untuk kawasan eksisting kami akan genjot ekspornya" tutur Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Prihasto Setyanto dalam siaran pers, Kamis (16/1).

Sebetulnya, jenis mangga tersebut telah lama dikembangkan oleh para petani di Sumedang yang berada di Kecamatan Jatigede, Tomo dan Ujung Jaya. Bahkan, lebih dahulu dibandingkan kabupaten sekitarnya seperti Majalengka, Cirebon dan Indramayu.

Pengoptimalan penataan kawasan, perbaikan pascapanen dan memperkuat diplomasi perdagangan akan dilakukan pihaknya. Selain itu, ia pun memberdayakan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di kecamatan-kecamatan sentra untuk menjadi ujung tombak pengembangan kawasan Mangga Gedong gincu.

"Tidak lagi model kecil-kecil atau sekedar pemerataan, tapi fokus di kawasan tertentu yang memiliki agroklimat sesuai. Sumedang punya potensi tersebut," ujar tutur dia.

Salah satu penggagas ekspor mangga Gesong Gincu, Supian mengatakan bahwa ekspor ke Rusia memiliki prospek yang bagus. Sebab, harga jualnya tinggi karena terdapat perbedaan kurs antar negara.

"Harga eceran di Rusia sangat bagus, mencapai 850-900 rubel atau Rp 187-198 ribu per kilogram. Mangga Gedong Gincu yang dikirim ke Rusia dipilih yang dalam kondisi setengah matang. Saat sampai Rusia mangga sudah matang dan siap disantap," terang dia.

Ke depan, pihaknya akan memperluas pasar ekspornya ke Ukraina, Kazakhtan, Polandia, dan Rumania, dengan memanfaatkan jaringan yang telah ia bangun saat berkuliah di Rusia. "Tak hanya mangga, kami akan ekspor juga alpukat dan kacang kapri manis," jelasnya.

Pelaku usaha bernama Inta mengungkapkan, mangga Gedong Gincu Sumedang memang sudah lama mengisi pasar modern. Bahkan juga telah menembus pasar ekspor seperti Timur Tengah, Eropa dan Rusia.

"Kompetitor mangga Indonesia adalah Meksiko, Thailand dan India. Ada peluang besar saat memasuki musim dingin di Eropa. Sumedang menjadi daerah pertama yang menerapkan teknologi off season, tapi sayang serangan lalat buah sangat tinggi. Kami sedang memproses sertifikasi halal untuk mangga Gedong Gincu. Sertifikat halal tersebut bisa menjadi keunggulan bagi mangga kita, negara lain seperti Thailand dan Vietnam tidak punya," tuturnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore