Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Oktober 2021 | 03.23 WIB

Menteri Teten Dukung Minaqu Gandeng Petani Kembangkan Tanaman Hias

Menkop dan UKM Teten Masduki saat meninjau  Green House milik Minaqu Indonesia, di Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/10). (Istimewa) - Image

Menkop dan UKM Teten Masduki saat meninjau Green House milik Minaqu Indonesia, di Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/10). (Istimewa)

JawaPos.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memberi apresiasi tinggi kepada dunia usaha yang membantu usaha kecil dan koperasi untuk mengembangkan usaha. Salah satunya, diberikan kepada Minaqu Indonesia yang telah menggandeng 1.000 petani di Jawa Barat dan bermitra dengan 4 koperasi.

"Saya sangat mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan Minaqu Indonesia sebagai offtaker produk tanaman hias yang telah menggandeng kurang lebih 1000 petani di Jawa Barat dan telah bermitra dengan 4 koperasi," kata Teten saat meninjau Green House milik Minaqu Indonesia, di Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/10).

Dalam peninjauan itu, hadir Deputi Bidang Perkoperasian KemenkopUKM Ahmad Zabadi, Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim dan Pemimpin Divisi akredit dan UMKM bank bjb, Denny Mulyadi.

Teten memuji apa yang dilakukan Minaqu yang telah menciptakan sebuah ekosistem terintegrasi dari hulu hingga hilir dalam pengembangan usahanya. "Minaqu tidak hanya bertindak sebagai offtaker dari hasil produksi petani, namun juga memberikan pendampingan mulai dari pembibitan, proses produksi hingga pemasarannya untuk pasar ekspor," tukas Teten.

Mengingat masih sangat besarnya peluang permintaan tanaman hias dari mitra luar negeri yang telah bekerjasama dengan Minaqu, Teten berharap koperasi-koperasi lainnya yang telah mengkonsolidasikan lahan anggotanya, juga dapat memanfaatkan peluang ini dan menjalin kemitraan.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Minaqu Indonesia Ade Wardhana Adinata, menjelaskan bahwa petani mitra yang sudah eksisting dan menjadi petani mitra utama Minaqu Home Nature adalah Koperasi Pelita Desa (Ciseeng, Bogor), Koperasi Kowinas (Karawang, Subang, Cianjur, Bali, Lombok, Bangka Belitung, Batam, Yogyakarta, dan Solo).

Untuk memenuhi florikultura dengan standarisasi pasar global, Minaqu Home Nature ini didukung ribuan petani mitra florikultura, termasuk 1000 petani mitra yang berada di Jawa Barat (Bogor, Bandung Barat), Sulawesi Utara (Tomohon), Sulawesi Selatan, Sumatera Barat (Solok dan Padang Panjang).

Sejauh ini, Minaqu telah memiliki cabang di beberapa daerah di Indonesia mulai dari Merauke, Makassar, Tomohon, Solok, Padang Panjang, Ungaran, Banyuwangi, Bali, dan masih banyak lagi kota lainnya.

Di samping itu, Minaqu juga membangun kampung-kampung flori berbasis ekspor dengan menggaet petani milenial yang memiliki ketertarikan pasar florikultura. “Kami bekerjasama dengan Provinsi Jawa Barat dengan program Petani Milenial Jabar Juara, ada 580 petani milenial di bisnis florikultura dan Minaqu menjadi offtaker dan pembina dan tenaga ahli,”kata Ade.

Ade mengungkapkan, fokus pasar ekspor potted plant dari Minaqu Home Nature antara lain Jerman, Belanda, Inggris (United Kingdom/UK), Korea Selatan, Kanada, Polandia, Florida, Seattle, California (Amerika Serikat), Belgia, Norwegia, Perancis, Nigeria, Hongkong, Malaysia, Singapura dan Australia.

"Kami juga sudah mengakuisisi 3 green house di Cyprus menjadi hub Minaqu untuk membanjiri Benua Afrika, Timur Tengah dan Turki,” jelas Ade.

Minaqu pun terus mengembangkan pasar ke wilayah Timur Tengah, Afrika, Kuwait, yang selama ini mereka datangkan tanaman tropis dari Belanda karena Belanda menguasai 40% pasar tanaman global.

Untuk pasar lokal, Ade menggunakan e-commerce marketplace melalui Tokopedia dan Shopee. Disamping membangun dan mengakomodir petani mitra Minaqu Home Nature di kawasan strategis pasar tanaman hias di Jungle Fest, Bogor.

Menurut Ade, di negara lain, florikultura telah menjadi industri, sedangkan di Indonesia citranya masih dianggap bisnis musiman. Sehingga, usaha tanaman hias ini masih sulit berkembang seperti di luar negeri."Minaqu mencoba mendorong tanaman hias menjadi industri, termasuk dengan menggandeng petani dengan target ekspor," pungkas Ade.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore