
ILUSTRASI: Petani di Kabupaten Sragen diketahui tidak mau menjual hasil panennya ke Bulog.
JawaPos.com - Petani di Kabupaten Sragen diketahui tidak mau menjual hasil panennya ke Bulog. Salah satu penyebabnya lantaran harga beli bulog jauh lebih rendah daripada harga di pasaran. Sebaliknya, para petani lebih memilih menjual hasil panennya kepada para tengkulak yang siap membeli saat musim panen tiba.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Sragen Suratno mengatakan, harga pembelian pemerintah (HPP) dari Bulog sangat rendah yakni sekitar Rp 4070 per kilogram gabah. Sedangkan harga yang ada di pasaran mencapai Rp 4800 per kilogram. Karena selisih harga yang cukup jauh itulah, petani enggan menjual berasnya kepada pemerintah dalam hal ini Bulog.
"Kalau di tengkulak itu harganya sesuai dengan pasaran, tapi kalau Bulog itu sesuai dengan Inpres nomor 5 tahun 2013. Dan harga ini tidak mengalami kenaikan," ucapnya kepada JawaPos.com, Senin (24/9).
Selama ini, kata Suratno, banyak tengkulak yang sudah berlangganan untuk membeli gabah dari para petani. Mereka tidak hanya dari Kabupaten Sragen saja, tetapi justru banyak yang dari luar Sragen. Seperti dari Purwodadi, Demak, Jawa Timur dan juga daerah lainnya.
"Para tengkulak itu sudah tahu musim panennya, jadi mereka datang langsung membawa uang dan truk untuk mengangkut gabah petani," katanya.
Suratno menambahkan, sebenarnya petani bisa saja menjual gabah ke Bulog dengan catatan HPP dinaikkan. Sehingga, petani bisa menikmati hasil panennya. Sedangkan, jika pemerintah tetap enggan menaikkan HPP maka para petani tetap tidak akan mau menjual gabahnya ke Bulog.
"Kalau usul saya, HPP itu diperbaharui setiap musim tanam tiba. Jadi harganya bisa menyesuaikan," tandasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
