Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Mei 2018 | 11.05 WIB

Ruas Terakhir Tol Trans-Jawa Digarap Akhir 2018

IKON BANYUWANGI: Tampak atas patung tari gandrung di kawasan wisata Watudodol yang dilintasi jalan nasional pantura yang menghubungkan Situbondo–Banyuwangi Minggu (6/5). - Image

IKON BANYUWANGI: Tampak atas patung tari gandrung di kawasan wisata Watudodol yang dilintasi jalan nasional pantura yang menghubungkan Situbondo–Banyuwangi Minggu (6/5).

JawaPos.com - Jalan tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) adalah jalur pemungkas tol trans-Jawa. Membentang sepanjang 172,104 kilometer, konstruksi fi sik proyek spektakuler di ujung timur Pulau Jawa itu direncanakan start akhir 2018 dan ditargetkan tuntas pada 2020.


---


TIDAK seperti jalur tol trans-Jawa lainnya, penampakan fisik tol Probowangi memang belum ada. Namun, cetak biru (blueprint) rencana trase jalan tol Probowangi sudah dikeluarkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).


Dari blueprint yang diterima Jawa Pos, pintu masuk akses ini mulai Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Terus menjulur ke timur. Berakhir di Pelabuhan Tanjungwangi, Ketapang, Banyuwangi.


Di Probolinggo, tol Probowangi melintasi 7 kecamatan dan 39 desa. Setelah Maron, ada Kecamatan Pajarakan, Krejengan, Kraksaan, Besuk, Paiton, dan Kota Anyar. Panjangnya 29,363 kilometer.


Akses berikutnya adalah Kabupaten Situbondo. Jauh lebih panjang. Total 110,813 km. Melintasi 14 kecamatan dan 47 desa. Mulai Kecamatan Banyu Glugur hingga Banyu Putih. Ini adalah lintasan terpanjang jalan tol Probowangi dengan empat pintu masuk-keluar tol. Salah satunya di wisata bahari Pasir Putih, Situbondo.


Proyek tol Probowangi akan berakhir di Kabupaten Banyuwangi. Panjangnya di wilayah Banyuwangi 31,928 kilometer. Melintasi 2 kecamatan dengan 8 desa. Yaitu, Kecamatan Wongsorejo dan Kalipuro. Konstruksi interchange terakhir mengarah ke akses Pelabuhan Tanjungwangi, Ketapang, Banyuwangi.


''Tol Probowangi adalah ruas terakhir yang jadi bagian dari jaringan tol trans-Jawa,'' jelas Kepala Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Probowangi Kementerian PUPR Priyadi kepada Jawa Pos, Sabtu (5/5).


Tol Probowangi merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN). Jalur bebas itu dipastikan kian memperlancar dan meningkatkan konektivitas di Pulau Jawa. Selain memperlancar mobilitas, kata Priyadi, jalan tol juga menguatkan hubungan desa-kota (rural-urban linkage). ''Juga untuk pemerataan infrastruktur,'' ujarnya.


Kapan proyek dimulai? Priyadi menjelaskan, saat ini masih tahap verifi kasi dokumen oleh Gubernur Jatim Soekarwo. Tahap berikutnya adalah konsultasi publik sebagai dasar gubernur dalam penetapan lokasi (penlok) untuk pembebasan lahan. Namun, pihaknya optimistis pekerjaan fi sik bisa segera dimulai. Yaitu, akhir 2018. Ditargetkan bisa tuntas pada 2020.


Sebab, dari 1.670,46 hektare kebutuhan lahan, sekitar 60 persen lahan merupakan tanah negara. Yakni, milik PT Perhutani dan PT Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII). Dengan begitu, tidak perlu melalui pembebasan lahan. Nah, 40 persen lahan sisanya adalah milik warga dan sebagian aset desa. Itu harus melalui pembebasan dengan pembayaran ganti rugi lahan. ''Pekerjaan fi sik bisa dimulai di titik yang lahannya sudah beres,' ungkap pria asli Suroboyo itu.


Konstruksi tol Probowangi sempat diubah beberapa kali. Hal itu terkait dengan lahan yang dilalui. Namun, kini trase tol sudah final. Desain tol dibikin bersinggungan dengan jalan nasional. Jarak terjauh 8-9 kilometer.


Berdasar trase yang dilansir Kementerian PUPR,lintasan tol Probowangi memotong jalan nasional di dua titik. Yaitu, wilayah Asembagus, Situbondo, dan Bajulmati, Banyuwangi. ''Selebihnya, tol berada di sisi kanan jalan nasional,'' ungkap Priyadi.


Tol Probowangi diharapkan bisa segera terwujud. Keberadaannya dinanti banyak pihak. Termasuk pemerintah daerah. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mendukung penuh proyek tol Probowangi.


Keberadaan tol, ujar dia, bakal makin meningkatkan ekonomi kabupaten yang dipimpinnya. Terutama di bidang pariwisata. ''Kunjungan wisatawan akan makin banyak. Karena ditopang transportasi yang lancar,'' kata Azwar Anas.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore