
Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan
JawaPos.com - Pemerintah telah memutuskan kebijakan penenggelaman kapal tidak lagi dilakukan tahun ini. Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti diminta untuk lebih fokus dalam meningkatkan produksi ikan dibanding menenggelamkan kapal.
Namun, keinginan itu rupanya justru menimbulkan spekulasi. Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dituduh melindungi mafia ikan.
Tuduhan itu rupanya langsung dibantah oleh Luhut. Dia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah ada maksud untuk melindungi para pencuri ikan.
Apalagi, kebijakan penenggelaman kapal ikan telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.
"Kalau dikatakan melindungi mafia itu tidak benar. Saya yang mengusulkan itu pertama. Jadi jangan berfikir macam-macam," tegasnya.
Luhut menjelaskan, keinginan itu disampaikan karena dirinya melihat dalam tiga tahun terakhir kebijakan penenggelaman ikan cenderung jalan ditempat. Artinya, efek dalam peningkatan produksi ikan justru tidak begitu terasa.
Disamping itu, Luhut juga menegaskan jika keinginan itu juga telah mempertimbangkan nelayan-nelayan di Indonesia.
"Jangan ragukan integritas kita ini. Setelah 3 tahun ini apa selanjutnya?. Kita lihat ke bawah kok," tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
