
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, saat ini Bank Dunia telah memberikan status Indonesia sebagai negara berpenghasilan menengah atas atau upper middle income country. Namun, untuk menjadi negara pendapatan tinggi atau high income country masih dibutuhkan peningkatan produktivitas dan inovasi.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2045 mendatang. Bahkan Indonesia telah memiliki modal untuk meraih hal tersebut dalam dua dekade terakhir.
"Dalam 5 tahun terakhir kita sudah melakukan banyak sekali bangun infrastruktur dalam rangka untuk mengejar ketertinggalan dari Indonesia," ujarnya dalam acara diskusi, Rabu (18/11).
Sri Mulyani menuturkan, untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah sudah menetapkan lima prioritas yang harus dijalankan. Mulai dari pengembangan sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, penyederhanaan birokrasi, penyederhanaan regulasi, serta transformasi ekonomi.
Meskipun demikian, Sri Mulyani mengaku, untuk mengantarkan Indonesia sebagai negara berpendapatan tinggi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab, banyak negara yang tetap terjebak pada pendapatan menengah atau middle income dalam beberapa dekade.
Bahkan, kata dia, hanya sekitar 12 negara yang mampu mentransformasikan ekonominya menjadi berpendapatan tinggi atau high income country. "Kita semua tahu bahwa tingkat produktivitas yang tinggi harus didukung SDM dan tenaga kerja yang baik dan tentu movement dari jumlah tenaga kerja informal yang tidak produktif itu semua jadi tantangan yang harus ditingkatkan," ungkapnya.
Saat ini, kata Sri Mulyani, perekonomian Indonesia sendiri masih belum efisien seperti negara lain. Hal itu tergambar dari rasio produktivitas atau Incremental Capital Output Ratio (ICOR).
"Kalau kita bisa tumbuh 1 persen dibutuhkan capital yang jauh lebih tinggi dari negara lain, itu menggambarkan kalau ekonomi kita belum seefisien negara lain," katanya.
Dengan demikian, dibutuhkan produktivitas dan inovasi yang tinggi, serta melakukan transformasi melalui penyederhanaan perizinan dan birokrasi. "Karena kita ingin jadi negara, bisa menjadi negara yang semakin mendekati tingkat level competitiveness productivity dan kemampuan kita membangun institusi yang baik," pungkasnya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
