Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Oktober 2017 | 21.30 WIB

Jaga Kemerdekaan Ekonomi dari Cengkraman Asing

Bhima Yudistira saat berbincang dengan JawaPos.com di Kantor INDEF, Jakarta, Jumat (27/10). (Hana Adi/Dok.JawaPos.com) - Image

Bhima Yudistira saat berbincang dengan JawaPos.com di Kantor INDEF, Jakarta, Jumat (27/10). (Hana Adi/Dok.JawaPos.com)


"Dulu saya memang sudah niatkan ingin jadi peneliti, institusi kan banyak nih, bisa ke pemerintahan, swasta, dan ke kampus, tapi dari pilihan itu ada tawaran INDEF itu saya sudah tau banyak lah seperti pemikiran pak Faisal Basri, jadi itu yang bikin menarik," ucapnya.


"Intinya sih saya ingin lebih berkontribusi dalam pemikiran ekonomi. Cita-citanya ingin jadi kayak Thomas Piqetti, akademisi yang punya pemikiran yang bagus ke ketimpangan, tapi di sisi lain dia adalah pengamat kebijakan publik. Artinya bukan hanya sekadar bikin penelitian lalu masuk ke rak atau jurnal yang hanya dibaca segelintir orang, saya ingin bikin paper yang ringkas yang dampaknya langsung terasa ke kebijakan publik," tandasnya.


Terkait makna sumpah pemuda, Bima punya makna tersendiri. Menurutnya, pemuda dulu bersatu untuk kalahkan penjajah yang merampas sumber daya ekonomi republik. Kini menurutnya, untuk mengawal ekonomi republik agar dapat menyejahterakan seluruh anak bangsa, maka generasi muda juga bisa ikut andil dalam kegiatan perekonomian.


"Saat ini tanggung jawab pemuda masih sama. Berkontribusi bagi pemikiran dan pembangunan bangsa untuk menjaga kemerdekaan ekonomi dari cengkraman asing," tukasnya.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore