
Ilustrasi keberadaan minimarket yang menjamur di tengah masyarakat.
JawaPos.com – Keluhan pedagang tradisional terkait menjamurnya minimarket bisa jadi tidak berujung solusi. Sebab, Kementerian Perdagangan (Kemendag) sendiri angkat tangan dengan menjamurnya minimarket. Terutama, yang tumbuh subur di dekat pasar atau toko tradisional.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Rabu (4/9) tidak memungkiri keberadaan minimarket menjadi ancaman pedagang tradisional. Terutama, yang jaraknya tidak jauh dari pasar tradisional. Apalagi, saat ini jumlah minimarket di Indonesia saat ini menembus 30 ribu.
Disinyalir, keberadaan minimarket yang berdekatan dengan pasar tradisional karena izin yang dikeluarkan jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada). Bukan tanpa alasan Mendag Enggar menyebut ada kaitan dengan politik.
"Kalau dari sisi aturan, pembangunannya tidak boleh berdekatan (antara minimarket dan pasar tradisional). Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa di mulut pasar tradisional, sebelah kiri Alfamart sebelah kanan Indomaret. Izin itu dikeluarkan saat menjelang Pilkada atau berakhirnya Pilkada," tuturnya di Museum Nasional, Jakarta, Rabu (4/10).
Lebih lanjut Enggar menjelaskan, bukannya pemerintah tidak peduli dengan pedagang tradisional. Namun, keberadaan minimarket itu akan sulit untuk dibongkar. Alasannya, keberadaan minimarket tersebut sudah menjadi bagian penting dalam keseharian masyarakat.
Di sisi lain, ada sebuah peluang kerja yang tercipta dari keberadaan minimarket itu. Jika digusur, dirinya khawatir akan banyak yang kehilangan pekerjaannya.
"Kita tidak mungkin minta itu dibongkar, karena di sisi lain itu satu keniscayaan yang tidak mungkin dihentikan. Sudah jadi bagian pelayanan masyarakat juga," jelas dia.
Untuk itu, pihaknya akan segera menemukan solusi yang tepat dalam memecahkan masalah tersebut. Hal itu dilakukan dalam menjaga keseimbangan pangsa pasar tradisional maupun minimarket.
"Pak Menko sudah menugaskan kepada saya untuk memetakan dulu dan mencarikan solusi, dan sudah didengar sendiri agar segera kita keluarkan peraturan," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
