Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 September 2017 | 02.36 WIB

ADB Proyeksi Inflasi Terus Menurun

AGRESIF: Aktivitas pekerja konstruksi di Jakarta. ADB memperkirakan ekonomi Indonesia tahun ini tumbuh 5,1 persen. - Image

AGRESIF: Aktivitas pekerja konstruksi di Jakarta. ADB memperkirakan ekonomi Indonesia tahun ini tumbuh 5,1 persen.

JawaPos.com - Laju investasi dan ekspor Indonesia tumbuh cukup kuat pada semester pertama lalu. Momen pertumbuhan ekonomi tersebut diprediksi bertahan hingga akhir tahun ini dan berlanjut tahun depan.


Karena itu, Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,1 persen pada akhir tahun ini. Bahkan, pada tahun depan, pertumbuhan pendapatan domestik bruto diprediksi mencapai 5,3 persen.


’’Ekonomi Indonesia tetap kuat, terlepas dari ketidakpastian global,” kata Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia Winfried Wicklein di kantor ADB di The Plaza, Jakarta, kemarin (26/9).


Belanja pemerintah diperkirakan mendongkrak pertumbuhan pada paro kedua tahun ini. Sedangkan investasi swasta diprediksi secara perlahan meningkat berkat berbagai deregulasi yang bertujuan memperbaiki iklim usaha.


Winfried berharap peningkatan rating utang ke investment grade oleh Standard & Poor’s mempercepat arus modal masuk, termasuk foreign direct investment. Alokasi anggaran negara yang lebih tinggi untuk belanja publik dan perbaikan iklim investasi swasta diyakini mendorong ekspansi ekonomi berlanjut hingga tahun depan.


Terkait pertumbuhan kredit yang kini stagnan, Country Economist ADB Emma Allen meyakini kondisi tersebut segera membaik. Hal itu menyusul pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) serta sejumlah kebijakan lain yang memberikan fleksibilitas lebih besar bagi bank dalam mengelola likuiditas.


Meski kebijakan moneter semakin kondusif, Emma mengingatkan, kebijakan fiskal masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi. Karena itu, dampak penurunan BI 7-days reverse repo rate belum bisa dirasakan pada semester kedua tahun ini. ”Kemungkinan baru tahun depan,’’ paparnya.


Terkait pemangkasan subsidi energi, Emma menilai, itu berimbas pada pengeluaran dan konsumsi rumah tangga. Namun, keyakinan konsumen masih baik berkat stabilitas rupiah dan inflasi yang terkendali.


Tahun ini, ADB memprediksi inflasi berada di kisaran 4,0 persen. Rezim pengendalian harga pangan yang dilakukan pemerintah juga diyakini menurunkan inflasi pada tahun depan menjadi 3,7 persen.


Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto meyakini ekonomi Indonesia pada paro kedua tahun ini akan meningkat. Hal itu terlihat dari neraca perdagangan yang terus membaik. Bahkan, neraca perdagangan pada Agustus mencapai rekor surplus terbesar sejak 2012.


’’Terlihat ada pasar ekspor baru. Meski kalau dilihat devisanya kecil, namun ke depan tentu semakin baik. Gambaran BKPM juga bagus,” pungkas Kecuk. (*)

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore