
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melepas ekspor buah naga dari Banyuwangi ke Asia dan Eropa di Desa Jambesari, Kecamatan Sempu, Kamis (24/3/2022). (Istimewa)
JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada Agustus 2022 tembus USD 27,91 miliar. Nilai tersebut naik sebesar 9,71 persen dibandingkan bulan sebelumnya USD 25,56 (month-to-month).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto mengatakan, peningkatan ekspor ini terjadi baik untuk perdagangan migas maupun nonmigas. Di mana ekspor migas naik 25,59 persen dari USD 1,37 miliar menjadi USD 1,72 pada Agustus. Sedangkan nonmigas naik 8,26 persen, dari USD 24,19 miliar menjadi USD 26,19 miliar.
"Nilai ekspor Indonesia Agustus 2022 mencapai USD 27,91 miliar atau naik 9,17 persen dibanding ekspor Juli 2022," kata Setianto dalam konferensi pers, Kamis (15/9).
Ia merinci, peningkatan terbesar ekspor nonmigas Agustus 2022 terhadap Juli 2022 terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewan/nabati kode HS 15 sebesar USD 904,7 juta atau 25,40 persen (month-to-month). Lalu, besi dan baja senilai USD 284,8 juta, serta mesin dan perlengkapan elektrik senilai USD 253 juta.
Sementara pada ekspor migas, pada Agustus 2022 tercatat mencapai USD 1,72 miliar. Kenaikan ekspor migas ini didorong oleh capaian ekspor gas yang naik sebesar 29,35 persen, hasil minyak naik 17,07 persen, dan minyak mentah meningkat 26,56 persen.
Adapun ekspor nonmigas Agustus 2022 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu senilai USD 6,16 miliar, disusul Amerika Serikat USD 2,59 miliar dan India USD 2,47 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 42,84 persen.
"Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar USD 4,77 miliar dan USD 2,30 miliar," rincinya.
Lebih lanjut, Setianto memaparkan, menurut sektornya ekspor nonmigas hasil industri pengolahan pada Januari–Agustus 2022 naik 24,03 persen dibanding periode yang sama tahun 2021 (year-to-year). Demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 17,14 persen, serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 97,40 persen.
Dia menjelaskan menurut sektornya peningkatan ekspor terbesar yakni industri senilai USD 19,79 miliar, kemudian tambang USD 5,95 miliar, migas USD 1,72 miliar, dan pertanian USD 0,45 miliar.
Sementara berdasarkan negara tujuannya, ekspor terbesar masih didominasi oleh Tiongkok dengan nilai USD 1,13 miliar. Kemudian diikuti India USD 206,2 juta, Malaysia USD 99,9 juta, Mesir USD 91,7 juta, dan Inggris USD 81,7 juta.
"Peningkatan terbesar utamanya untuk komoditas besi dan baja HS 72, biji logam HS 26, lemak dan hewan minyak nabati HS 15," pungkasnya.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
