
Ilistrasi mata uang Rupiah dan dolar AS
JawaPos.com - Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih bisa berpeluang mendapat angin segar dari sentimen global. Mengutip kurs tengah Bank Indonesia (BI) saat ini, posisi rupiah berada di level 14.870.
Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Atiston Tjandra mengatakan, pasar keuangan masih diliputi sentimen positif dari aksi akuisisi besar perusahaan AS dan dilanjutkannya kembali pengujian vaksin covid Astrazeneca serta penguatan indeks saham AS semalam.
"Kondisi atas berpotensi mendorong penguatan rupiah terhadap dollar AS hari ini dengan kisaran 14.750-14.950," ujarnya dalam pesan singkatnya, Selasa (15/9).
Di sisi lain, lanjutnya, pelaku pasar juga tengah menyoroti pengumuman hasil rapat the Fed pada Kamis mendatang. Pelaku pasar berekspektasi bank sentral AS akan memberikan pernyataan yang pesimis mengenai pemulihan ekonomi AS dan mempertahankan kebijakan longgar lebih lama.
Pertemuan itu akan menjadi yang pertama sejak Chairman Jerome Powell mengumumkan perubahan kebijakan ke arah toleransi yang lebih besar terhadap inflasi, yang secara efektif berjanji untuk mempertahankan suku bunga yang rendah untuk waktu lebih lama. "Ekspektasi ini berpotensi memberikan sentimen positif ke aset berisiko dan juga menekan dollar AS," ucapnya.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
