Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Agustus 2020 | 22.11 WIB

Potensi Pasar Melimpah, Erick Sebut Kendala Indonesia Hadapi Pandemi

Menteri BUMN Erick Tohir  saat Rapat Kerja (Raker) Panitia Kerja (Panja) Jiwasraya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/1/2020). Raker Panja Jiwasraya membahas penyelesaian sengkarut PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Foto: Dery Ridwansah/ JawaP - Image

Menteri BUMN Erick Tohir saat Rapat Kerja (Raker) Panitia Kerja (Panja) Jiwasraya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/1/2020). Raker Panja Jiwasraya membahas penyelesaian sengkarut PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Foto: Dery Ridwansah/ JawaP

JawaPos.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan sumber daya alam (SDA) Indonesia mampu untuk meningkatkan ekonomi di tengah krisis pandemi Covid-19. Namun, kata dia masih ada kendala.

"Kita ini sudah berkali2 diuntungkan dengan cycle ekonomi, dulu minyak, kayu, batubara, kelapa sawit sekarang EV (electric vehicle) battery melalui nikel. Jadi sangat kaya, kekurangan kita itu harus mengupgrade logsitik supply chain kita, digitalisasi itu juga namanya logistik," jelasnya dalam diskusi online, Sabtu (15/8).

Maka dari itu, pihaknya yakin ekonomi Indonesia akan tumbuh kembali, di mana saat ini pergerakan perekonomian pun telah mulai kembali dibuka. Bahkan, sudah ada negara yang memiliki potensi menyerap barang yang diproduksi oleh Indonesia.

"Ada dua negara tetangga kita punya potensi besar untuk menyerap apa yang kita produksi, yaitu Tiongkok dan India, karena itu kita harus menggarap industri daripada maritim. Akselerasi SDA itu harus menjadi value added batubara dengan gasification menjadi DME (dimethyl ether) untuk mengganti impor LPG yang makin meningkat, itu adalah sebuah keberpihakan yang harus dilaksanakan," tutur dia.

Dibandingkan di luar negeri, pasar domestik lebih banyak karena melimpahnya populasi di Indonesia. Salah satunya melalui potensi pengembangan pariwisata.

"Wisata lokal menjadi fokus pengembangan dan tidak salah kita harus bersatu, daripada mengeluarkan di luar negeri, mending di dalam negeri, alam dan produk kita juga tidak kalah dengan kualitas yang lain. Kita juga membangun infrastruktur di Bali, Toba dan Borobudur, kita juga akan lakukan di Labuan Bajo, Mandalika, Likupang, (wisata) itu akan menjadi prioritas bangsa kita," jelasnya.

Untuk pengembangan kawasan industri, Indonesia juga sedang meningkatkannya. Jadi, jika ada investasi dalam negeri dan luar negeri, pengurusan izin hingga pembebasan lahan pun akan dipermudah.

"Bapak presiden juga meminta TKDN lokal jadi prioritas, belanja K/L dan Pemda itu harus produk lokal dan ada UU-nya, gapapa mahal 20 persen," pungkas Erick.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore