
Ilustrasi asuransi jiwa.
JawaPos.com - Industri asuransi jiwa menunjukkan perbaikan performa pada semester I 2022. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat kinerja 58 perusahaan telah memberikan perlindungan kepada 73,9 juta orang. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 11,86 juta orang secara tahunan.
Pembayaran klaim juga tercatat mencapai Rp 83,93 triliun. "Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa industri asuransi jiwa semakin memperkuat komitmennya untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat," kata Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon.
Selain itu, terkereknya total tertanggung dapat dilihat dari dua sisi. Yakni, total tertanggung kumpulan sebesar 23,7 persen year-on-year (YoY) menjadi 51,96 juta orang. "Artinya, permintaan akan perlindungan asuransi dari pelaku usaha untuk para karyawannya semakin meningkat," ucapnya.
Sementara itu, total tertanggung perorangan naik 1,91 juta orang menjadi 21,94 juta orang. Jumlah tersebut mencerminkan bentuk kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya proteksi asuransi. Khususnya untuk perlindungan dan perencanaan keuangan jangka panjang.
"Untuk kali pertama penetrasi asuransi jiwa terhadap jumlah populasi penduduk Indonesia mencapai angka 8 persen. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat kepada industri asuransi jiwa semakin meningkat di tengah tantangan perlambatan ekonomi global dan kenaikan inflasi. Tantangan tersebut berpotensi menekan daya beli masyarakat terhadap produk asuransi jiwa," papar Budi.
Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap perlindungan asuransi jiwa terlihat dari pendapatan premi reguler. Meningkat 1,3 persen menjadi Rp 49,7 triliun.
Namun, secara keseluruhan, pendapatan industri asuransi jiwa tertekan akibat menurunnya pendapatan premi tunggal yang minus 17,9 persen YoY menjadi Rp 45,98 triliun.
Data AAJI menunjukkan, total pendapatan industri asuransi jiwa sebesar Rp 105,44 triliun. Turun 12,3 persen dari pendapatan semester I 2021 sebanyak Rp 120,17 triliun. Sementara itu, total premi minus 8,9 persen menjadi Rp 95,68 triliun.
Namun, meningkatnya pendapatan premi reguler 1,3 persen menjadi Rp 49,7 triliun mengindikasikan bahwa masyarakat semakin mengerti fungsi proteksi jangka panjang dari produk asuransi jiwa. "Selain itu, bagi perusahaan, peningkatan pendapatan premi reguler sangat disambut baik untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan," imbuhnya.
Peningkatan juga terjadi pada total investasi industri asuransi jiwa. Naik 3,8 persen sebesar Rp 536,67 triliun. Dari jumlah tersebut, 22,8 persen atau senilai Rp 122,46 triliun ditempatkan pada instrumen surat berharga negara (SBN).
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Nonbank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono menyatakan, industri asuransi jiwa dan umum mencatatkan tingkat kesehatan perusahaan alias risk based capital (RBC) yang terjaga. Masing-masing sebesar 493,85 persen dan 313,99 persen.
"Berada jauh di atas threshold sebesar 120 persen. Begitu pula pada gearing ratio perusahaan pembiayaan yang tercatat sebesar 1,98 kali atau jauh di bawah batas maksimum 10 kali," ucapnya.
PERFORMA ASURANSI JIWA SEMESTER I 2022
- Total pendapatan: Rp 105,44 triliun (turun 12,3 persen YoY)
- Total premi: Rp 95,68 triliun (turun 8,9 persen YoY)
- Pendapatan premi tunggal: Rp 45,98 triliun (turun 17,9 persen YoY)
- Pendapatan premi reguler: Rp 49,7 triliun (naik 1,3 persen YoY)
- Pendapatan premi konvensional: Rp 84,81 triliun (turun 11 persen YoY)
- Pendapatan premi syariah: Rp 10,87 triliun (naik 11,5 persen YoY)
- Total aset: Rp 617,84 triliun (naik 5,6 persen YoY)
- Total investasi: Rp 536,67 triliun (naik 3,8 persen)s
Sumber: AAJI

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
