
Ilustrasi pinjaman online. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, platform aplikasi pinjaman online (pinjol) sangat meresahkan masyarakat. Tawaran kemudahan dan kecepatan akses pencairan dana berujung pada jebakan lilitan utang yang sulit terselesaikan.
Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L Tobing mengungkapkan, akar permasalahan yang masih terjadi karena kurangnya sosialisasi dan edukasi terkait bahaya pinjol ilegal dan minimnya masyarakat tentang literasi jasa keuangan. Namun, ada juga masyarakat yang sudah mengetahui risiko pinjol ilegal namun terpaksa karena adanya himpitan ekonomi.
"Ada masyarakat kita yang sudah mengetahui ini ilegal, tetapi karena dia butuh uang dan tak punya sumber pendanaan lagi, terpaksa mereka masuk ke sana,” kata Tongam dalam seminar edukasi pinjol ilegal, Jumat (11/2).
Tongam membeberkan, berdasarkan laporan SWI yang terhimpun, ada masyarakat yang mengakses lebih dari satu aplikasi. Bahkan mencapai puluhan hingga ratusan pinjol ilegal. Artinya, hal itu menjadi sangat berbahaya dan mengkhawatirkan.
“Ada masyarakat kita yang meminjam di 10, 20, bahkan ada seorang Ibu yang meminjam dari 141 pinjol,” ucapnya.
Dengan demikian, lanjutnya, pihaknya akan terus melakukan tindakan preventif dalam penanganan pinjol ilegal. Informasi yang mengedukasi terus dilakukan mulai dari pesan singkat, internet, hingga kerja sama dengan transportasi masal seperti MRT, KAI, TransJakarta untuk memasang iklan layanan masyarakat terkait waspada pinjol ilegal.
Sementara untuk tindakan represif, pihaknya melakukan cyber control dan mengajukan blokir situs aplikasi secara rutin kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika. Serta, memutus akses keuangan dengan meminta bank atau perusahaan transfer dana untuk tidak kerja sama dengan pinjol ilegal.
“Menyampaikan laporan kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum," pungkasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
