Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Juni 2022 | 23.30 WIB

Harga Sejumlah Bahan Pokok Meroket, Mendag Jamin Stok Aman

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Curah hujan tinggi di beberapa daerah menjadi salah satu penyebab kenaikan sejumlah harga pangan. Hal itu dinilai mengganggu suplai dan distribusi beberapa komoditas bahan pokok. Kementerian Perdagangan pun mengutamakan untuk mengamankan stok bahan pokok.

"Diharapkan, harga segera turun seiring panen yang diperkirakan dilaksanakan dalam beberapa minggu ke depan. Pemerintah terus memastikan kecukupan stok barang kebutuhan pokok agar masyarakat mendapat harga yang terjangkau," ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi Kamis (9/6).

Kemarin Mendag kembali meninjau implementasi sistem distribusi closed loop program minyak goreng curah rakyat. Distribusi dilakukan pelaku usaha jasa logistik dan eceran (PUJLE) dengan menggunakan aplikasi. Lutfi melihat pelaksanaan program tersebut di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan.

"Melalui aplikasi teknologi digital, pemerintah memastikan distribusi minyak goreng curah dapat dikontrol. Konsumen yang akan membeli minyak goreng harus menunjukkan KTP dengan pembelian maksimal 2 liter per hari. Ini bertujuan memastikan program minyak goreng curah tepat sasaran," ujar Lutfi.

Mendag menyebutkan, di Indonesia terdapat 17 ribu pasar rakyat. Artinya, dengan jumlah penjualan sebanyak 10 ribu titik, sistem closed loop sudah dapat menjangkau 65 persen pasar.

"Sasarannya, pasar dengan jumlah penduduk yang padat. Sehingga diharapkan konsumen akan mendapatkan minyak goreng curah sesuai harga eceran tertinggi (HET) di jarak kurang lebih 2–5 km. Proses distribusi diawasi dan dijaga melalui aplikasi teknologi untuk memastikan rakyat yang membutuhkan mendapat minyak goreng curah dengan harga terjangkau," bebernya.

Lutfi juga mengecek harga dan pasokan barang kebutuhan pokok. Harga sebagian barang kebutuhan pokok sudah berangsur turun jika dibandingkan pada Lebaran. Kecuali produk hortikultura.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri berpendapat bahwa kenaikan harga bahan pokok dua minggu terakhir memang diawali cabai. "Kemudian, merembet ke harga komoditas pangan lainnya, salah satunya adalah telur ayam ras," ujarnya.

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) tak menampik bahwa fluktuasi harga pangan akan memberikan sentimen negatif pada pertumbuhan industri ritel pada kuartal II. Aprindo menargetkan pertumbuhan bisa mencapai 5 persen pada kuartal II 2022.

"Angka tersebut lebih rendah daripada kuartal II tahun lalu di kisaran 5,6–5,7 persen," ujarnya.

PERGERAKAN HARGA BARANG DAN JASA SELAMA 2022

Bulan | Tingkat Inflasi

Januari | 0,56 %

Februari | -0,02 %

Maret | 0,66 %

April | 0,95 %

Mei | 0,4 %

Sumber: BPS

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore